14 Remaja Wakafkan Diri untuk Aksi 22 Mei, KPAI Minta Polisi Ungkap Dalangnya

Tandaseru –  Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta polisi mengungkapkan 14 remaja Sukabumi yang membawa surat pernyataan mewakafkan diri untuk aksi 22 Mei.

“Kami meminta polisi mengungkap dalang mobilisasi anak dalam aksi tersebut. Siapa dalang mobilisasi anak tersebut,” ungkap Ketua KPAI Susanto dalam penjelasan tertulisnya, Jumat (24/5).

Dia mengatakan kondisi ini tidak boleh terjadi. Negara tak boleh kalah dengan pelaku eksploitasi anak. Aak-anak tidak boleh dilibatkan dalam unjuk rasa, apalagi dengan cara diwakafkan.

“Menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Namun memobilisasi anak untuk demonstrasi merupakan pelanggaran hukum,” ucapnya.

Karena itu, Susanto mengatakan KPAI telah meminta dua kubus paslon tidak melibatkan anak-anak dalam sengketa Pemilu. Melibatkan anak dalam kegiatan politik merupakan pelanggaran hukum.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait