3 Tips Sederhana Ajarkan Anak Sulitnya Mendapatkan Uang

JAKARTA (!) – Tanpa sadar orangtua sudah mulai mengenalkan uang pada anak saat masih balita, namun setelah anak memasuki usia 10 tahun, orangtua sebenarnya sudah bisa mengenalkan konsep keuangan yang lebih dalam.

Mengajarkan anak sejak dini tentang tidak bisa begitu saja mendapatkan uang itu penting, agar anak bisa menghargai uang untuk tidak boros dan memakai uang sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Berikut ini adalah tips mengajari anak akan sulitnya mendapatkan uang.

Upah Setelah Bekerja

Ajarkan anak

Tips yang pertama, anak dapat kita berikan perintah seperti harus melakukan usaha atau sebuah pekerjaan sebelum bisa mendapatkan uang.

Oleh karena itu, orangtua bisa memberikan mereka bayaran setelah mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Ingat ya, tidak perlu memberinya pekerjaan yang berat.

Jika sang anak ingin jajan atau menginginkan suatu barang. Cukuplah anak diajarkan untuk terlebih dulu membuang sampah, membersihkan rumah atau membereskan kebun. Pekerjaan itu bahkan bisa dilakukan bersama orangtua.

Dengan begitu, mereka akan belajar kalau uang tidak didapatkan begitu saja. Anak harus berusaha untuk mendapatkannya.

Tidak Mememnuhi Semua Keinginan

Ajarkan Anak

Jika anak menginginkan beberapa buah barang dalam waktu bersamaan namun uangnya masih belum mencukupi, jangan pernah menambahkan uangnya.

Yang harus dilakukan adalah ajarkan anak untuk membuat prioritas. Jika anak ingin membeli ponsel tapi juga ingin baju baru, pilihlah dulu yang penting untuk dibeli. Mintalah sang anak untuk memilih salah satunya dan menunda barang yang lain.

Setelah itu, anak harus menunggu dan kembali mengumpulkan uangnya untuk mendapatkan barang yang tertunda.

Anak Harus Berbagi

Ajarkan Anak

Ajarkan kepada anak untuk selalu berbagi atau sedekah, ketika orangtuanya memberikan uang atau saat anak memiliki uang berlebih. Berikan sedikit nasihat bahwa sedekah tidak menyempitkan rezeki, melainkan memperluas rezeki.

Pentingnya berbagi karena masih banyak orang yang lebih membutuhkan darinya. Jangan hanya memintanya, sebagai orangtua juga harus memberinya contoh dengan berbagi kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Bisa memanfaatkan tempat ibadah, panti asuhan atau bahkan pengamen jalanan. Katakan kepada sang anak kalau berbagi tidak hanya memberi manfaat bagi orang-orang yang diberikan, tapi juga kepada si pemberi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -