Merajalela! 5 Dari 18 Tower Kalibata City Dijadikan Tempat Prostitusi

Tandaseru – Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi mengungkapkan praktik prostitusi di Kalibata City, Jakarta Selatan, menggunakan 5 tower dari 18 tower yang ada di kompleks apartemen itu.

“Dari 18 tower yang ada di Kalibata City, patut diduga dilakukan prostitusi di 5 tower. Jadi hampir sepertiganya digunakan sebagai tempat praktik prostitusi,” tutur Ade di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil menangkap tiga orang tersangka yakni perempuan berinisial R dan laki-laki inisial T alias O. Mereka bekerja sama dengan muncikari S alias O untuk menjalankan bisnis tersebut dalam dua tahun terakhir.

“Tersangka muncikari S alias O mendapat Rp 50 ribu dari Rp 500 ribu atau Rp 1 juta tiap transaksi. Sedangkan dua tersangka penyedia apartemen, satu hari dapat Rp 300 ribu dari si PSK,” jelasnya.

Ade menuturkan pihaknya mendalami keterlibatan pemilik unit apartemen dalam kasus prostitusi ini.

Dua dari tiga tersangka merupakan agen properti yang memang mendapat amanah dari pemilik untuk mengelola sewa bulanan atau tahunan per unit apartemen. “Tapi praktiknya disewakan harian (untuk prostitusi),” jelasnya.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah telepon genggam, bukti transfer uang dan sejumlah kondom bekas yang sudah terpakai.

Dalam kasus ini, para mucikari yang ditangkap dijerat Pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Prostitusi dan Pasal 506 KUHP tentang Penyedia Perbuatan Cabul dengan hukuman satu tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id