Adu Kesiapan Sandiaga dan Ma’ruf Amin Jelang Debat Cawapres

Tandaseru – Debat calon wakil presiden bakal digelar 17 Maret mendatang. Dua cawapres mengaku sangat siap untuk mengeluarkan materi dan argumentasi terbaiknya pada debat nanti. Tema yang diangkat terkait dengan pendidikan dan kesehatan.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berharap debat capres tiap calon dapat memberikan rencana terbaik sesuai dengan tema pembahasan. Ia tidak mau debat ini membingungkan masyarakat apalagi saling serang tanpa kritik membangun.

“Saya ingin bawa kesempatan debat ini memperlihatkan yang masyarakat inginkan bukan yang elite selalu perdebatkan di timeline, lini masa, media,” kata Sandiaga, Minggu (3/3).

Dalam hal kesehatan, bukan hanya soal BPJS yang akan disorot sandi. tapi juga seluruh layanan kesehatan masyarakat seperti kesehatan jiwa yang belum tersentuh secara khusus pada pemerintahan saat ini.

“Ada Undang Undang kesehatan jiwa. Dan di situ memandatkan adanya pusat kesehatan jiwa nasional atau national institute for mental health. Ini belum kejadian sampai sekarang. Di Jakarta saja ada 20 persen masyarakat mengalami gangguan kejiwaan dari ringan sampai berat. ini bisa dilihat dengan fenomena sosial yang ada, bunuh diri, narkoba dan lain-lain. Itu dipicu oleh kesehatan jiwa masyarakat kita,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengaku telah menyiapkan diri untuk menghadapi debat cawapres.

“Insya Allah, sudah siap. Sudah siap,” ujar Ma’ruf, Minggu (3/3).

Ketua Umum MUI ini menyatakan telah mendalami materi dan persiapan teknis lainnya.

Dalam debat nanti ia bakal berbicara keberhasilan pemerintah empat tahun terakhir. Ma’ruf juga telah menyiapkan sejumlah gagasan dari program yang sudah dijalankan.

“Pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan memperoleh perhatian, kesehatan, tenaga kerja baik pelatihannya maupun perlindungan, juga mencari lapangan kerja,” katanya.

Salah satu poin yang paling menjadi fokus dari pembicaraan tersebut adalah terkait upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. “Perbaiki akses pendidikan, perbaiki kualitas dan kompetensi guru. Tingkatkan kesejahteraan guru dari paud, berikan kartu mahasiswa unggul,” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait