Akibat Kerusakan Teknologi, Ada 4 Kota yang Berbahaya di Dunia

Tandaseru – Ternyata kemajuan teknologi tak hanya membawa dampak positif, karena juga bisa membawa beberapa dampak negatif. Seperti beberapa kota yang berbahaya di dunia akibat kerusakan teknologi.

Beberapa teknologi yang diciptakan manusia rupanya pernah membuat sebuah kota menjadi rusak, terutama lingkungannya. Bahkan, kota tersebut dianggap paling berbahaya.

Nah, Tandaseru.id akan mengulas 4 kota paling berbahaya di dunia akibat kerusakan teknologi.

Kota yang berbahaya di dunia yaitu Bento Rodrigues

Kota ini letaknya dekat dengan pertambangan biji besi. Tentu pembuangan limbah yang tidak sesuai aturan menjadi  masalah utama dari rusaknya kota Bento Rodrigues.

Sebenarnya penghuni kota ini sudah membuat bendungan untuk menghalau limbah masuk ke pemukiman. Namun, pada 2015 bendungan tersebut jebol sehingga air limbah pun menghancurkan kota.

Peristiwa tersebut menelan banyak korban, sebagian besar masyarakat pun menjadi tuna wisma, karena tempat tinggal mereka telah hilang.

Tak hanya itu, kota Bento Rodrigues bahkan menjadi berbahaya karena racun. Dibutuhkan sekitar 10 sampai 50 tahun agar lingkungan menjadi bersih kembali.

New Idria

Kota New Idria didirikan pada 1954, terletak di California tepatnya dekat sebuah tambang raksa terbesar. Parahnya, tumpukan limbah batuan dan kapur mencapai 2 juta ton di sana.

Meski sudah dilakukan pengolahan limbah, zat yang beracun tetap tak terkendali dan mengkontaminasi air di sana.

Akhirnya pada 1971 pertambangan di tutup, kota New Idria pun di tinggalkan oleh warganya.

Kota Picher di Oklahoma

Ketika Perang Dunia I terjadi pada 1914, ditemukan pertambangan timah di kota Picher. Kota ini menjadi salah satu eksportir timah terbesar di dunia.

Namun sayang, pertambangan timah ini mengandung racun yang sangat berbahaya bagi penduduk sekitar.

Akhirnya pada 1970 aktivitas pertambangan dihentikan, akibatnya terdapat 108 juta ton sampah menumpuk di sekitar kota. Racun tambang berbentuk butiran halus memenuhi seluruh kota dan membuat masyarakat menghirupnya.

Bahkan, racun tersebut membuat pasokan air setempat tercemar, sehingga warga tidak dapat meminumnya.

Hingga pada 2015 lalu, lebih dari 1000 burung tewas. Pada akhirnya pemerintah memutuskan semua warganya meninggalkan kota tersebut.

Kota Geamana

Kota terakhir yang berbahaya adalah Geamana. Awalnya kota ini merupakan tempat yang menyenangkan. Sampai pada 1977 ada seorang diktator Romania memerintahkan pembuangan limbah pertambangan ke daerah Geamana.

Hal tersebut mengakibatkan kota itu berubah menjadi danau yang terkontaminasi limbah pertambangan. Sekitar 400 kepala keluarga pun dipindahkan dari kota.

Sebab danau berubah warna menjadi merah karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya, bahkan terdapat zat Sianida.

Nah, itu dia 4 kota yang berbahaya di dunia akibat kerusakan teknologi. Semoga kejadian mengerikan ini tidak terjadi di tempat tinggal kita.

Kumpulan Berita Terkait