Alasan Pelaku Penyerang Polsek Penjaringan, Ingin Mati Ditembak Polisi

Tandaseru – Polisi menyebut dugaan alasan Rohidin menyerang Mapolsek Metro Penjaringan yang mengakibatkan seorang anggota polisi luka-luka karena mencoba bunuh diri dengan cara ditembak oleh polisi akibat depresi berat.

“Dia mau (meninggal) tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak,” kata Kapolsek Metro Penjaringan saat dihubungi Jumat (9/11).

Pria berusia 31 tahun ini depresi berat karena mengidap penyakit getah bening yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, pelaku juga sudah tidak bekerja selama 3 tahun terakhir akibat di PHK oleh perusahaan tempat dia bekerja.

Terkait teriakan takbir yang sempat diucapkan oleh Rohandi saat melakukan penyerangan, hal itu diakui Rohandi untuk menghilangkan rasa takutnya. Meski dia punya keinginan nekat meninggal dengan cara ditembak, tapi dalam hati kecilnya Rohandi ternyata takut atas apa yang ia lakukan.

“Karena reflek saja (teriak Allahu Akbar) supaya menghilangkan rasa takut sebelum polisi nembak dia. Dia bawa parang juga untuk nakut-nakuti petugas. Karena, yang dikejar oleh pelaku anggota yang bawa senjata, anggota yang tidak bawa senjata dilewati sama dia,” jelasnya.

Sebelumnya, Rohandi dilaporkan menyerang polisi di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (9/11) sekitar pukul 01.35 WIB. Dia menyerang menggunakan sebuah golok dan pisau babi.

Akibat hal itu, seorang anggota kepolisian bernama Ajun Komisaris Polisi M.A.Irawan mengalami luka ringan dibagian tangan karena coba menghentikan aksi Rohandi. Akhirnya Rohandi terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dari polisi di bagian tangan setelah diberikan tembakan peringatan namun tak diindahkan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -