Anies ke Bawaslu: Gunakan Akal Sehat Ketika Terima Laporan

Tandaseru – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah menyelesaikan persoalan dugaan pelanggaran kampanye.

Dia telah diperiksa oleh Bawaslu terkait acungan simbol 2 Jarinya di acara konferensi nasional Partai Gerindra yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Anies mengungkapkan, saat diperiksa pada Senin (7/1) lalu, dia menekankan kepada Bawaslu agar melihat persoalan tersebut dengan akal sehat. Dia mengatakan acungan simbol 2 Jari itu, menurut Anies, bukan merujuk pada nomor urut Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya ketika dalam ruangan saya katakan pada Bawaslu. saya katakan di dalam ruangan itu gunakan akal sehat dalam menilai setiap laporan. Jadi kalau kita menggunakan akal sehat, maka laporan-laporan itu dinilai aja mana yang layak mana yang tidak,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/1).

Kepada Bawaslu, Anies mengatakan simbol 2 Jari yang dipamerkannya waktu itu bukanlah kampanye terselubung. Sebab, Anies menegaskan, setiap orang memiliki interpretasi yang berbeda-beda mengenai simbol 2 Jari tersebut.

Simbol 2 Jari, Anies menjelaskan, lazimnya ditunjukan dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah, bukan ibu jari dan jari telunjuk.

“Saya tanya kepada orang, kalau anda mau pesan kopi dua cangkir telunjuknya gimana? Makanya setiap orang punya hak, saya sampaikan di ruangan itu pada Bawaslu. Jangan tanya saya tentang apa yang saya katakan. Dengarkan videonya, anda nilai sendiri,” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait