Antisipasi Lonjakan Pemudik di Merak, Kapolri Siapkan Skenario Terburuk

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian menyampaikan pihaknya akan melakukan skenario terburuk untuk menghadapi lonjakan pemudik di Pelabuhan Merak, Banten.

Jenderal Tito menuturkan sampai dengan Senin (11/6/2018), arus mudik masih berjalan normal, hanya ada sedikit lebih ramai namun tetap lancar. Skenario terburuk akan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penumpukan di Tol menuju Pelabuhan Merak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita menyiapkan worst case scenario (skenario terburuk) di sini (Merak). Sebab ada kebijakan perusahaan yang nego karyawannya bekerja sampai tanggal 12. Bisa saja setelah nego ini mereka pulang tanggal 12 atau 13, jadi kita siapkan worst case scenario,” ucapnya.

Kapolri menuturkan ada tiga titik permasalahan yang biasa terjadi pada arus mudik di Pelabuhan Merak, di antaranya saat pemberangkatan, antrean masuk menuju pelabuhan, dan kemacetan di tol Tangerang-Merak.

“Tahun lalu problemnya semua tiga-tiganya sampai titik tol sehingga tiga-tiganya ini memang semua harus punya rencana kontijensi,” ujarnya.

Selain itu, Jenderal Tito menuturkan pihaknya sudah mempersiapkan segala bentuk fasilitas yang diperlukan oleh pemudik agar perjalanan mudik tahun ini bisa di rasa nyaman untuk berkumpul dengan sanak keluarga di kampungnya.

“Kemudian yang terakhir di titik yang diperkirakan akan masuk, semua kesiapan kita, (mulai dari) kesehatan, ambulan, BBM, toilet dan juga anggota yang jaga ini juga harus kita siapkan,” paparnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -