Bambang Haryo: Pemangkasan Anggaran BMKG Bahayakan Keselamatan Rakyat

Tandaseru – Pemangkasan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai menyulitkan lembaga itu merawat peralatan pemantau bencana alam, sehingga mengancam keselamatan masyarakat.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan anggaran untuk BMKG pada 2019 dikurangi dari Rp2,9 triliun menjadi Rp1,7 triliun. Jumlah ini sama dengan alokasi anggaran untuk 2018, setelah dipangkas dari Rp2,69 triliun.

“Pada 2016, kebutuhan anggaran Rp2,2 triliun hanya direalisasikan Rp1,3 triliun. Tahun 2017, kebutuhan anggaran juga dikurangi dari Rp2,56 triliun menjadi hanya Rp1,45 trilun,” kata Bambang Haryo di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/10/2018).

Bambang yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI mengatakan, akumulasi pengurangan anggaran itu menyebabkan BMKG akan sulit merawat dan mengkalibrasi sekitar 70% peralatan yang mengalami kerusakan.

Politikus Partai Gerindra ini mengungkapkan, pihaknya sempat walk out atau keluar sidang DPR sebagai protes anggaran BMKG dipangkas dua pekan sebelum gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Dia menjelaskan, BMKG tidak hanya bertugas melakukan investasi peralatan dan pembinaan SDM, tetapi juga mitigasi atau sosialisasi kepada masyarakat yang hidup di sepanjang pantai dan sekitar gunung berapi dalam upaya mengurangi dampak bencana.

Menurut Bambang Haryo, pemotongan anggaran hingga 50% itu mengesankan pemerintah kurang peduli tentang bencana. Padahal, yang paling bertanggung jawab atas musibah bencana alam adalah pemerintah.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait