Banjir Landa Samarinda, Konawe Utara dan Padang Pariaman, Begini Kondisinya

Tandaseru – Banjir dengan rata-rata ketinggian muka air 25-125 cm melanda delapan kelurahan di empat kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga Rabu (12/6).

Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Bengkuring dan curah hujan dengan intensitas tinggi itu merendam 626 unit rumah di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

Delapan kelurahan di empat kecamatan tersebut meliputi; Kelurahan Sempaja Utara, Kelurahan Gn. Lingai, Kelurahan Sempaja Timur di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Sungai Pindang Dalam, Kelurahan Mugirejo, Kelurahan Bandara di Samarinda Ulu dan Kelurahan Sidodai di Kecamatan Bukit Pinang.

BNPB menyebutkan sebanyak 11.652 KK atau 35.684 jiwa terdampak banjir sejak sepekan lalu. Masing-masing KK yang terdampak itu tersebar di beberapa titik seperti di Kecamatan Samarinda Utara; 2.534 jiwa di Kelurahan Sempaja Timur, 2.511 jiwa di Kelurahan Sempaja Utara, 3.985 jiwa di Kelurahan Sempaja Selatan, 4.754 jiwa di Kelurahan Gn. Lingai dan sebanyak 7.912 jiwa di Kelurahan Temindung Permai.

Kemudian di Kecamatan Sungai Pinang masing-masing; 7.912 jiwa di Kelurahan Temindung Permai, 1.300 jiwa di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, 373 jiwa di Kelurahan Mugirejo dan 11.104 jiwa di Kelurahan Bandara, serta 1.201 jiwa di Kelurahan Sidodai di Kecamatan Samarinda Ulu.

Sulawesi Tenggara

Sementara itu, banjir juga merendam 69 desa di 17 kecamatan, Kabupatan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sejak sepekan terakhir. Adapun 69 desa di 17 kecamatan yang terdampak diantaranya berada di Kecamatan Abuki, Anggaberi, Tongauna, Pondidaha, Amonggedo, Tongauna Utara, Konawe, Wonggeduku, Wonggeduku Barat, Sampara, Bondoala, Morosi, hingga Unaaha.

Banjir tersebut juga memaksa 1.420 KK atau 5.111 jiwa mengungsi. Sedikitnya sekitar 1.235 unit rumah terendam dan 185 unit lainnya hanyut. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah seluas 970,3 hektar, lahan jagung 83,5 hektar dan lainnya 11 hektar. Sedangkan sektor perikanan darat/tambak seluas 420 hektar.

Pemerintah daerah Konawe Utara menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari terhitung mulai 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Sumatera Barat

BNPB juga menyebutkan intensitas hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia juga mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Wilayah yang terdampak tersebut berada di kawasan daerah Paingan, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau akibat jebolnya tanggul Batang Paingan.

Banjir juga menerjang Pasar Sungai Limau akibat meluapnya Batang Sungai Limau sehingga melumpuhkan transaksi jual beli di pasar tersebut. Banjir tersebut tidak hanya merugikan pedagang yang berdagang di pasar itu namun juga membuat arus lalu lintas Padang-Pasaman Barat macet.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi menimpa sebuah rumah di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging yang mana material longsor telah dibersihkan warga. Longsor tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Korban luka-luka sudah mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait