Bareskrim Polri Gerebek Gudang Berisi 40.000 Ton Garam Industri Impor

Tandaseru – Bareskrim Polri menggerebek dan mengamankan 40.000 ton garam industri impor yang diduga disalahgunakan menjadi garam konsumsi. Polisi juga mengamankan Dirut PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA), MA.

Polisi menemukan garam tersebut di dua gudang Gresik, Surabaya yakni garam konsumsi beryodium dengan merek Gajah Tunggal sebanyak 5 kilogram. Bahan baku berupa garam harus konsumsi beryodium sebanyak 50 kilogram. Kemudian terdapat 10.000 ton dan 20.000 ton di dua gudang milik PT. GSA di Gresik, Jawa Timur.

Wadir Dittipidsus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan PT GSA sudah beroperasi sejak 2015. Modus yang digunakan adalah mengubah garam industri menjadi garam konsumsi dengan cara menambah kadar yodiumnya.

“PT GSA ini memperdagangkan garam industri untuk kebutuhan konsumsi. Garam diimpor dari India dan Australia. Garam industri ini kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa untuk dijadikan garam konsumsi dan dijual dengan merek Gajah Tunggal,” katanya Senin (28/5/2018).

Garam ini katanya sudah beredar di Jawa, Kalimantan bahkan sudah dijual di warung-warung. “Ini baru permulaan kita lakukan penangkapan. Garam industri harusnya tidak bisa masuk ke meja makan, khusus untuk industri,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 120 Ayat 1 Jo Pasal 1 Huruf b UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, dan Pasal 144 Jo Pasal 147 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -