Bareskrim Polri Tangkap Pengelola Situs Porno dan Prostitusi Online

Tandaseru – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua tersangka berinisial NMA (34) dan EDL (29) karena melakukan tindak pidana pornografi dan perdagangan orang secara online.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni mengungkapkan, kedua tersangka itu ditangkap di dua wilayah berbeda pada Mei lalu.

“NMH ditangkap di rumahnya di Perumahan Manggar Permai, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, pada 25 Mei 2018. Sementara EDL ditangkap di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada 30 Mei 2018,” ungkapnya di Kantor Dittipidsiber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Dalam kasus ini, jelas Kombes Dani, tersangka NMH berperan sebagai membuat dan mengelola situs www.l****r.org. NMH disebut punya kemampuan IT yang cukup tinggi.

“Dia berupaya menyembunyikan identitas website dari pelacakan aparat dan mampu menghindari serangan hacker dan sangat mudah melakukan migrasi jika website-nya diblokir,” katanya.

kombes dani
(istimewa)

Situs tersebut memuat dan menyebarluaskan konten pornografi berupa tulisan cerita dewasa, gambar, dan video porno, serta sudah beroperasi sejak 2012 dengan jumlah pengikut mencapai 150 ribu akun.

Dani mengatakan, para tersangka memperoleh keuntungan dari pemasangan iklan digital di situs tersebut dengan tarif yang bervariasi.

Perdagangkan anak di bawah umur

Adapun tersangka EDL berperan sebagai mengunggah dan menyebarkan cerita dewasa, gambar, dan video berkonten porno di situs www.l****r.org. EDL sekaligus berperan sebagai mucikari.

Di salah satu forum di situs tersebut, EDL memasang iklan berisi penawaran penggunaan jasa pekerja seks komersial. “EDL yang merekrut dan memperdagangkan perempuan dan anak di bawah umur untuk dieksploitasi secara seksual,” katanya.

Menurut Kombes Dani, EDL merekrut para perempuan di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks dengan imbalan Rp800 ribu – Rp1 juta.

Dari hasil penyidikan sementara, total keuntungan yang didapat para pelaku sejak Maret-Mei 2018 diperkirakan mencapai Rp116,8 juta. “Ada 146 tamu atau pengguna jasa korban dalam rentang waktu Maret hingga Mei,” kata ungkap Dani.

Polisi mengamankan empat orang korban berinisial WKA, AR, EA, dan AN yang rata-rata masih berumur 18 tahun. Para perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Barang bukti yang disita polisi dalam kasus ini, antara lain uang, laptop, ponsel, baju seragam SMA, dan sejumlah memori penyimpanan harddisk.

Kumpulan Berita Terkait