Batal Hadir, Sespri Gubernur Papua Minta Pemeriksaan di Papua

Tandaseru – Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Papua batal menghadiri agenda pemeriksaan terkait kasus penganiayaan pegawai KPK pada Senin (11/2) karena ada kegiatan lain.

Sedianya, dia akan diperiksa sekitar pukul 14.00 WIB. Kuasa Hukum pihak Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening menyebutkan kliennya tidak bisa hadir dalam pemeriksaan tersebut karena tengah mendampingi gubernur Papua yang saat ini baru tiba di Surabaya.

“Oleh karena itu kita minta ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan karena pimpinan (Dirkrimum) tadi belum ada, makanya mempersiapkan jadwal berikutnya,” ujar Roy di di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (11/2).

Untuk itu, Roy meminta pada penyidik agar pemeriksaan dilakukan di Jayapura, Papua. Alasan permintaan itu adalah mengingat pada saat kejadian di Hotel Borobudur, ada sekitar 20 orang yang mendampingi Gubernur Papua.

“Karena saksi tidak hanya satu, tapi 20 orang yang mendampingi Pak Gubernur malam itu ketika acara di hotel Borobudur, maka tadi saya mengusulkan agar penyidik mempertimbangkan agar penyidikan terhadap saksi saksi itu di Jayapura,” jelasnya.

Hanya saja, Roy belum memastikan kapan dan dimana agenda pemeriksaan ulang akan dilakukan. Hal tersebut sampai kini tengah dikomunikasikan.

“Mengingat bahawa semua mereka adalah pejabat, anggota DPR, kepala dinas, Sekda dan lain sebagainya. oleh karena itu tadi kita mengusulkan, tapi belum dijawab karena akan dikoordinasikan oleh pimpinan,” ucapnya.

Sebelumnya, salah satu pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono melaporkan kejadian pemukulan yang dialaminya saat bertugas. Gunawan dipukul saat sedang mengambil foto untuk mengintai aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam.

Beberapa pihak Pemprov Papua datang menghampiri Gunawan karena tidak terima difoto. Pihak pemprov pun sempat menayakan identitas Gunawan.

Meski sudah mengetahui Gunawan pegawai KPK, namun mereka tetap ‘menghujani’ bogem mentah. Hal ini membuat wajah Gunawan mengalami luka memar dan sobek. Terkait kasus ini, Gunawan telah melaporkan kejadian pemukulan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (3/4).

Namun, pihak Pemprov Papua justru melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Pasalnya didalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak Pemprov terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait