Bawaslu Ingatkan Sanksi Politik Uang

Tandaseru – Badan Pengawas Pemilu semakin mengemban tugas berat terkait perundang-undangan yang bersinggungan dengan politik uang.

Seperti disampaikan oleh Ketua Bawaslu, Abhan mengatakan bahwa ketetapan peraturan perundang-undangan nomor 7 tentang politik uang tidak lebih baik dari undang-undang (UU) nomor 10 mengenai pemilihan kepala daerah yang juga berkaitan dengan politik uang.

Oleh sebab itu Bawaslu harus semakin cermat dalam mengawasi adanya kecurangan politik uang. “Di UU Pilkada, pemberi dan penerima masing-masing bisa dihukum. Tapi UU nomor 7 ini ‘enggak’. Yang hanya bisa dikenakan pidana kalau ‘money’ politik ini hanyalah penerima,” jelasnya, Selasa (9/10/2018).

Selanjutnya, ketua Bawaslu menerangkan perbedaan antara perundang-undangan nomor 7 dan nomor 10 Pilkada terkait politik uang.

Menurutnya, di UU Pilkada subjeknya lebih mudah yaitu setiap orang, siapapun yang melakukan money politik, siapapun yang memberi, itu bisa dijerat. Berbeda dengan undang-undang nomor 7 yang menurutnya terdapat tiga fase.

“Di UU nomor 7, money politik dibedakan dalam 3 fase. Pertama kampanye, yaitu unsurnya adalah segi pelaksana kampanye. Fase kedua ketika masa tenang, unsur subjeknya sama yaitu tim dan pelaksana kampanye. Yang ketiga adalah hari pemungutan, unsurnya yaitu subjeknya semua orang, ini yang baru dan bisa mudah dijerat. Tapi kalau kita bandingkan dengan uu pilkada, tidak mengenal fase itu,” jelasnya.

Terlepas dari itu semua, Bawaslu mengingatkan bahwa adanya tindakan pelanggaran yang masuk dalam kategori pidana. Menurut ketua Bawaslu kategori pelanggaran yang masuk dalam tindakan pidana adalah mahar politik.

“Soal mahar politik. Di UU no 7 pasal 228 ini harus diproses dulu dipidana. Bawaslu tidak bisa mengatakan bahwa ketika pidana tidak bisa jadi administratif, tidak bisa. Karena administratif itu bisa dikenakan setelah putusan pidana, yang punya kewenangan hukum tetap,” tandas Abhan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -