Bea Cukai Madinah Sita Ratusan Obat, Jamu dan Rokok Jemaah Haji Indonesia

Tandaseru – Petugas Bea Cukai Bandara Madinah menyita barang-barang jemaah haji Indonesia yang dinilai mencurigakan. Seorang jemaah haji asal embarkasi Surabaya kedapatan membawa ratusan obat, jamu dan puluhan rokok ketika tiba di Bandara Madinah, Kamis (11/7).

“Barang-barang yang ada di sini (sitaan), itu secara aturan memang diperbolehkan, namun karena jumlahnya terlalu banyak akan diselesaikan oleh teman-teman di Daker Bandara,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, di Kantor Urusan Haji (KUH) Madinah, Jumat (12/7).

Di antara yang disita adalah jamu vitalitas pria sebanyak 633 bungkus, jamu kewanitaan enam dus, rokok 65 bungkus, mutivitamin 129 sachet, Super Tetra 20 sachet, dan barang-barang lain seperti minuman berenergi dalam kemasan sachet dan jamu kapsul.

Jauhari menjelaskan, barang-barang tersebut akan diamankan oleh pihaknya. Sementara barang-barang yang memang dibutuhkan oleh jemaah haji maka akan dikembalikan.

“Kita amankan. Kita akan pilah apa yang menjadi kebutuhan jamaah itu sendiri, untuk menjaga kondisi fisik, kita akan kembalikan,” kata Jauhari.

Sebagian barang-barang itu sebenarnya boleh dibawa masuk ke Arab Saudi. Namun karena jumlahnya berlebihan, maka disita petugas dan diserahkan ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Kalau hanya 10 bungkus tidak masalah, tapi kalau ratusan bungkus, ini jadi pertanyaan, ini obat mau diapain? enggak mungkin dikonsumsi sendiri,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, Jumat (12/7) pagi.

Jauhari menjelaskan ada beberapa barang yang sama sekali tidak boleh masuk ke Arab Saudi seperti barang atau obat yang tidak jelas komposisinya.

“Biasanya obat tradisional yang kemasannya tidak permanen, tidak ada komposisinya, rentan sekali untuk menimbulkan permasalahan,” ujar Jauhari.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait