Begini Indikator Klasterisasi Perguruan Tinggi di Indonesia

Tandaseru – Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Patdono Suwigno, menjelaskan pemeringkatan atau klasterisasi Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base.

Klasterisasi itu dilihat dari Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja Output (25%), dan Outcome (35%).

Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.

“Dengan perubahan penilaian kinerja perguruan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan perguruan tinggi didorong untuk lebih menekankan produk atau luaran pendidikan tinggi yang berkualitas yaitu dengan pemberian bobot output yang lebih besar dari bobot input Patdono Suwignjo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait