Begini Komentar Pengemudi Soal Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

Tandaseru – Selama dioperasikan tol Bakauheni-Terbanggi Besar telah lebih dari 2 bulan tanpa tariff. Jalan tol tersebut telah memberikan dampak yang signifikan mengurangi waktu tempuh kendaraan sehingga berdampak terhadap peningkatan intensitas pergerakan orang dan logistik.

Paeng Harahap (40) yang berprofesi sebagai Supir Truk mengatakan, kehadiran jalan tol tersebut sangat membantu dirinya untuk meningkatkan kecepatan waktu pengiriman barang dari Jakarta yang melewati Pelabuhan Bakauheni untuk selanjutnya menuju wilayah di Sumatera Selatan.

“Saya biasa bawa barang dari Jakarta hingga daerah Palembang atau Jambi. Biasanya lewat jalan biasa itu sekitar 5 jam. Dengan menggunakan jalan tol menjadi 2,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke Terbanggi Besar. Keamanannya juga lebih terjamin, kalau lewat jalan biasa agak rawan banyak pungutan liar,” ujar Paeng.

Supir truk lainnya, Roni (24) mengatakan sebelum ada jalan tol, para supir truk harus melewati jalan lintas Sumatera yang jika dalam kondisi macet bisa terjebak hingga satu hari di jalan.

“Kalau lewat jalan tol 2 jam sudah tembus dari pelabuhan. Alhamdulillah cepat. Dalam seminggu bisa 3 kali pulang pergi Jakarta, tadinya hanya 1 kali,” tutur Roni.

Sementara itu Omik (26) yang bekerja sebagai supir rental menyatakan lewat tol lebih cepat dan lebih hemat bahan bakar. “Dengan kondisi jalan yang bagus, konsumsi bahan bakar lebih hemat sehingga memangkas biaya,” ujarnya.

Nilai investasi Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sebesar Rp 16,8 triliun. Tol Bakauheni -Terbanggi Besar tersambung dengan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 Km. Kedua ruas tol tersebut merupakan penugasan Pemerintah kepada BUMN PT. Hutama Karya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id