Begini Kronologi Penangkapan Tiga Terduga Teroris Riau

Tandaseru – Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Polda Riau berhasil menangkap tiga terduga teroris di kampus Universitas Riau yang akan meledakkan bom di Gedung DPRD Riau dan DPR RI.

Penangkapan ini bermula saat tersangka Muhammad Nur Zamzam alias Jack tengah menyiapkan bahan peledak, merakit bom dan menentukan target/sasaran.

Kemudian kepolisian melakukan identifikasi untuk memastikan fisik dan lokasi tersangka yang berada di komplek Mapala Universitas Riau, Pekanbaru agar tidak terjadi eror in persona.

Muhammad Nur Zamzam tengah ditemani dua rekannya yang bernama Rio Bima Wijaya dan Orandi Saputra saat penangkapan dilakukan.

gredung fisip unri
(istimewa)

Selain itu terdapat beberapa barang bukti seperti 2 buah bom pipa, 2 buah busur panah dan 8 buah anak panah, sebuah senapan angin serta video dari daulah (ISIS) dan buku berjudul Perjalanan Rahasia.

Setelah melakukan olah TKP di lokasi penangkapan, ditemukan lagi beberapa barang bukti lain seperti TATP (bahan peledak High Eksplosive) serta serbuk pembuat bom lainnya.

Muhammad Nur Zamzam mengaku punya kaitan dengan Batty Bagus Nugraha alias Kholid yang merupakan anggota kelompok Jemaah Anshorut Daulah (JAD).

Barang bukti
(Istimewa)

Nur Zamzam juga terkait secara jaringan dengan Kholis alias Ibad alias Jundi yang ditangkap pada 19 Januari 2016.

Selain itu, Nur Zamzam juga terkait beberapa aksi terror dengan kelompok teror JAD, Pak Ngah yang melakukan penyerangan Polda Riau pada Rabu 16 Mei 2018.

Dia mengklaim Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan untuk dibuatkan bom kepadanya sebelum aksi teror di Polda Riau.

 

Kumpulan Berita Terkait