Renung Ramadhan: Bidadari Marah Jika Istri Memarahi Suami, Benarkah?

Tandaseru – Marah merupakan hal manusiawi yang merupakan luapan emosi yang tak terbendung. Namun, marah juga tidak boleh terlalu berlebihan, sebab marah bisa menghadirkan tekanan pada sisi psikologis seseorang. Lalu bolehkah istri memarahi suami dalam rumah tangga?

Memang menjadi seorang istri punya tanggung jawab yang besar, istri mungkin bisa merasa kesal, tapi tidak sampai memarahi suami.

Jadi sebenarnya bolehkah istri memarahi suami?

Pasalnya, jika seorang suami dibentak atau bahkan dizalimi oleh istrinya, akan ada beberapa bidadari di surga yang akan marah pada sang istri.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Tidaklah seseorang istri menyakiti suaminya di dunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanya tamu di sisimu ; hampir saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Hal tersebut seharusnya jadi sebuah pelajaran untuk para istri agar tidak memperlakukan suami semena-mena apalagi sampai menzalimi mereka.

Sebab, saingannya berat yaitu bukan lagi wanita di dunia melainkan bidadari yang Allah SWT mensifatkannya dalam Al Quran.

Di antara sifatnya yaitu: “Sebenarnya orang-orang yang bertakwa memperoleh kemenangan, (yakni) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” (QS an-Naba’ : 31-33) “Sekianlah, serta Kami berikanlah pada mereka bidadari.” (QS. Ad-Dhukhan : 54) “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata cermat.” (QS. At-Thur : 20)

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.” (QS. Ar-Rahman : 72) “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (QS. Ar-Rahman : 70) ” Sebenarnya kami membuat mereka (bidadari-bidadari) dengan segera. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al-Waqi’ah : 35-37)

Bukan itu saja, hal mengenai bidadari lainnya pun terdapat dalam Hadits Abdullah ibnu Masud Radiyallahu ‘anhu “Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Grup ke-2 seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Untuk setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya bisa terlihat dari balik daging dan perhiasannya, seperti minuman merah bisa dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Dengan begitu, para istri harus menyadari bahwa membentak, memarahi atau menzalimi suami merupakan perbuatan tercela, yang akan membuat para istri bersaing oleh bidadari di surga.

Jadi ketika muncul pertanyaan bolehkah istri memarahi suami? Tentu jawabannya tidak, jika sudah terlanjur marah, segeralah meminta maaf.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -