Buya Maarif: Polisi Jangan Ragu Usut Tuntas Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Tandaseru – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafii Maarif mengatakan kepolisian harus mengusut tuntas kasus berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet karena merusak stabilitas kehidupan masyarakat.

“Harus diusut tuntas. Saya tahu betul siapa Ratna itu. Polisi tidak boleh ragu. Laksanakan tugas sesuai yang diamanahkan undang-undang,” tegasnya, Kamis (11/10/2018).

Dia mencurigai kasus Ratna dijadikan pintu masuk untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo. “Kasus itu tidak berdiri sendiri. Itu politis. Dia pintu masuk yang lebih besar, yakni untuk menjatuhkan Presiden Jokowi,” ujar Syafii.

Menanggapi tuntutan beberapa pihak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mundur, pria yang biasa disapa Buya Maarif itu menegaskan tuntutan itu tidak beralasan sama sekali.

“Apa alasannya? Apalagi Ketua KPK sudah bantah tidak ada seperti yang dituduhkan itu. Jadi Kapolri kerja saja sesuai amanah,” kata Buya.

Usut tuntas

Hal senada juga disampaikan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Imam Addaruquthni. Dia meminta Polri mengusut tuntas kasus hoax Ratna Sarumpaet dan kasus-kasus hoax lainnya.

“Bangsa ini harus dibersihkan dari hoax. Ini merusak tatanan. Apalagi hoax Ratna Sarumpaet sangat merugikan kehidupan bermasyarakat. Kita jadi gaduh. Polisi harus mengusut tuntas ini,” katanya.

Imam yang juga Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyayangkan terjadinya kasus Ratna tersebut. Menurut dia, kasus itu sangat berbau politis dan punya agenda tersendiri yang tidak baik buat kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hemat saya ini punya agenda sendiri. Apalagi saat ini kan sedang kontestasi politik yakni Pilpres dan Pileg,” ungkap Imam.

Dia meminta semua kalangan menahan diri dan menjalankan politik yang bermartabat dan bermoral.

“Mari berpolitik dengan moral dan bermartabat. Tidak bisa semuanya harus dicapai dengan segala cara. Itu jelas melanggar konstitusi. Jadi mari berkompetisi dengan fair, mengedepankan nilai-nilai dan aturan yang disepakati,” pinta Imam.

Imam yang juga Wakil Rektor PTIQ Jakarta itu meminta Kapolri dan Polri terus menjalankan tugas sesuai aturan dan konstitusi, yakni penegakan hukum dan penciptaan ketertiban masyarakat.

“Laksanakan penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta melayani dan mengayomi masyarakat dalam rangka menciptakan Kamtibmas. Itu saja fokusnya Polri,” ucap Imam.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait