Renung Ramadhan: Begini Pesan Cermin Bagi si Baik dan si Buruk!

Tandaseru – Seperti yang telah diketahui cermin biasa digunakan untuk seseorang bercermin, melihat diri sendiri dari pantulan yang terdapat di kaca. Dengan cara introspeksi diri seperti itu maka akan nampak diri kita seutuhnya!

Menurut sejumlah pengamat terdapat fakta unik mengenai wanita, salah satu yang kerap membuat seorang wanita marah adalah membiarkannya tanpa cermin seharian penuh.

Hal tersebut pun berlaku pada wanita yang telah berumur, namun masih merasa muda atau memang ingin memudakan dirinya kembali.

Ada cara introspeksi diri yang bisa dilakukan melalui cermin loh!

Jika setuju dengan pendapat pengamat tersebut, tentu membuat kita tahu sebenarnya berkaca atau bercermin itu bernilai netral. Kegiatan itu dapat bernilai baik ataupun tidak baik, tergantung dimana dan bagaimana melihatnya.

Pasti terdapat banyak cermin di rumah, mungkin satu di kamar mandi, dan yang lainnya tersebar ada di kamar tidur, ruang tamu, bahkan dalam mobil.

Bahkan terdapat cermin kecil yang dapat dibawa ke mana-mana, di dalam tas ataupun dompet. Namun apa pernah terpikirkan apa sebenarnya kegunaan cermin itu?

Selain sebagai alat untuk berkaca, ada nilai lain yang dapat diambil dari dalam cermin tersebut. Pasalnya, cermin mampu memberi pesan serta pelajaran yang luar biasa pada setiap manusia.

Pesan yang melekat dengan cermin adalah tentang kejujuran melihat seseorang. Kejujuran dalam menampakkan tampilan seseorang, entah itu diri sendiri atau orang lain.

Cermin menilai seseorang tanpa dilebihkan dan dikurangi!

Pasalnya, cermin itu tidak melebih-lebihkan serta tidak mengurangi apapun dari obyek yang ditunjukkan pada pantulan cermin. Yang putih akan ditampilkan putih, sedangkan yang hitam akan nampak tetap hitam dan obyektif apa adanya.

Bukan hanya membuat seseorang yang terpantul itu berintrospeksi, yang terpenting cermin tak pernah menghina, mencemooh apalagi menyakiti, sekalipun dia menunjukkan segala kekurangan atau aib orang di depannya.

Cermin hanya diam tanpa mengomentarinya secara berlebihan. Hal itu justru berbeda dengan sebagian manusia yang mudah menyakiti orang lain ketika mendengar kekurangan atau aib yang dimiliki orang itu.

Parahnya, aib itu disebarkannya dengan kritik serta komentar yang menyakitkan walau kadang aib itu belum tentu benar alias gosip!

Ada kata bijak yang mengungkapkan, belajarlah dari cermin, sebab dia bisa tahu kekurangan orang, tanpa melukainya. Jika diartikan, introspeksilah diri atau orang lain tanpa harus menyakiti dengan melebihkan atau mengurangi fakta.

Gimana cara introspeksi diri dengan cermin, ada banyak hal yang bisa diambil kan? Jadikan Ramadhan kali ini sebagai momen introspeksi diri yang sesungguhnya ya!

Kumpulan Berita Terkait