Cerita AKP Suriadi Saat Terjadi Likuifaksi Menimpa Rumah, Istri dan Anaknya

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian melalui Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Imam Setiawan memberikan santunan kepada Kasi SIM Ditregident Ditlantas Polda Sulteng AKP Suriadi.

Suriadi merupakan salah satu keluarga korban bencana gempa dan tsunami serta likuifaksi yang terjadi di kawasan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Lalu, bagaimana detik-detik peristiwa gempa itu menimpa keluarga Suriadi?

Suriadi menceritakan detik-detik gempa dan lukuifaksi yang menimpa rumahnya di Balaroa, Palu Sulawesi Tengah. Saat kejadian anak dan istrinya sedang berada di rumah dan melakukan penyelamatan diri.

Suriadi mengatakan saat kejadian, dirinya dalam perjalanan pulang menuju rumah. AKP Darmawati istri Suriadi yang juga anggota Polda Sulteng bagian Ditreskrimum berada di dalam rumah beserta dua anaknya.

Saat hendak mengambil air wudlu untuk sholat Maghrib, terjadilah gempa yang dahsyat. “Istri saya langsung panggil anak dan keluar, namun tidak bisa keluar karena kondisi pintu rumah sudah miring, lampu padam,” terang Suriadi.

Suriadi menambahkan, begitu istri berhasil keluar langsung mencari tanah lapang berdiri di halaman bersama dengan dua anaknya dan beberapa anak tetangga.

“Menurut kesaksian istri saya, sekelilingnya semua hancur bergerak dan ditelan bumi namun tanah tempat berdiri istri saya dan anak-anak tidak apa-apa, sekitar 2 x 2 meter luasnya tidak bergerak sama sekali.” jelas Suriadi.

Dalam kondisi gelap dan akses jalan tertutup tambah Suriadi, dirinya mencoba masuk ke arah rumah dan mencari istri beserta anaknya. Begitupula istri dan anaknya, mereka berhasil keluar dari reruntuhan sekitar pukul 22.00 WITA.

“Saya bertemu istri subuh. Alhamdulillah selamat beserta anak-anak. Sedangkan rumah sudah hancur dan rata.” ungkap Suriadi.

Saat ini kedua anak Suriadi, Alung dan Rizki berada di pengungsian Jalan Cendrawasih, Palu Timur. Kedua anaknya masih trauma dengan kejadian tersebut.

“Terima kasih bapak Kapolri melalui pak Dirlantas atas atensi dan santunannya. Walaupun nilainya tidak menggantikan rumah dan seluruh isinya, tapi ini akan menjadi motivasi kami, psikis kami untuk bangkit kembali.” ungkap Suriadi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait