Cerita dari Bakar Batu, Diikat hingga Melarikan Diri dari KKB Papua

Tandaseru – Cerita tentang aksi kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih melekat pada diri saksi yang masih hidup dan berhasil menyelamatkan diri pada Sabtu (1/12). Begini ceritanya.

Dari keterangan saksi yang selamat kata Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin disebutkan pada 1 Desember 2018 karyawan PT Istaka Karya yang berada di Kamp berjumlah 28 orang,  saat yang bersamaan ada kegiatan masyarakat bakar batu. Beberapa karyawan PT. Istaka Karya turut ikut bakar batu.

KKB Papua
Penjelasan Pengiriman Pasukan TNI/Polri (Istimewa)

Acara bakar batu dimulai sekitar pukul o9.00 WIT – pukul 15.00 WIT. Selesai acara bakar batu, KKB pimpinan Egianus Kogoya mendatangi Kamp dan seluruh karyawan yang ada di Kamp dikeluarkan dan diperintahkan untuk diikat.

Karyawan PT Istaka Karya tersebut digiring, sampai ke kampung Karunggame. Di Karunggame mereka bermalam dengan kondisi tangan terikat.

Pada Minggu  2 Desember 2018 sekitar pukul 08.00 WIT pagi seluruh karyawan yang disandera ini diperintah untuk berjalan mengarahkan ke Puncak Kabo. Setelah 2 jam perjalanan di lereng Bukit Kabo, mereka diperintahkan untuk berbaris dan jongkok.

Di sini KKB melakukan tarian perang dan mengeksekusi satu persatu karyawan PT Istaka Karya. Korban yang masih hidup saat itu melarikan diri sebanyak 3 orang, namun KKB melakukan pengejaran sehingga 3 orang itu kembali tertangkap dan dieksekusi di tempat  dengan menggunakan parang.

Namun dari jumlah yang diikat 2 orang berhasil melarikan diri, namun lagi-lagi 2 orang tertangkap dan juga dieksekusi. Pada saat itu, 6 orang kemudian berhasil melarikan diri berbeda arah, 4 orang berhasil selamat atas nama, Jimmy Aritonang, Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto. Namun 2 orang lagi atas  nama Simanjuntak dan  Hutagaol diperkiarakan masih hidup dan sampai saat ini masih belum ditemukan.

Korban yang selamat tersebut berlindung jalan kaki kerah pos TNI di Mbua, malamnya sekitar pukul 05.00 WIT, Pos mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat, kemudian terjadi penembakan.

Korban pertama adalah Serda Handoko, yang kedua Pratu Sugeng tertembak. Kontak tembak terjadi pada pukul 05.00 sampai 21.00 Wit, kontak tembak berhenti karena hujan deras.

Pada Rabu 5 Desember, dilakukan penyisiran dan terjadi kontak tembak. Dalam kontak tembak tersebut, anggota Brimob Bharatu Hidayat tertembak dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis di RS Timika. Kemudian pada saat melakukan penyelamat 1 unit helikopter juga tertembak.

Personil gabungan TNI/Polri berhasil memukul mundur KKB, namun tembakan masih terjadi dari KKB saat personil melakukan evakuasi korban.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait