Cinta dan Kasih Sayang

Mungkin tidak ada yang dapat mengubah kehidupan Anda secara drastis dari pada kehilangan orang yang Anda cintai. Kehidupan saya juga berubah saat kehilangan Ayah karena kanker otak dua puluh satu tahun lalu.

Ayah selalu dikenal dan dicintai karena selera humor, kejujuran dan kesederhanaannya yang luar biasa. Tiga karakter utama ini sangatlah menonjol dan begitu sering saya dengar dari teman-teman masa mudanya dulu, pimpinan dan rekan kerjanya di kantor serta tentu saja dari keluarga besar kami.

Selera humornya memiliki kemampuan untuk mengurangi situasi paling serius menjadi demikian ringan. Bahkan ketika kami masih kecil, beliau dapat membuat kami bertiga tertawa sehingga hampir menangis.

Dari Ayah saya belajar bagaimana menjadi teman bagi banyak orang. Beliau memiliki kemampuan alamiah untuk dapat berhubungan baik dengan siapa saja, tingkatan mana pun dengan suku bangsa mana saja.

Di lingkungan rumah kami, selama lebih dari 15 tahun beliau mengabdi menjadi ketua RT. Seperti miniatur Indonesia yang demikian beraneka, tetangga kami sangatlah beragam mulai dari suku Jawa, Madura, Bali, Ambon, Batak, Kalimantan sampai bule Australia pun sayang kepadanya.

Dari sisi profesi juga sangat berwarna, entah itu supir bajaj, perwira tinggi polisi, tukang bakmi ayam, wartawan, pengusaha, mantan duta besar, tukang sate, preman pasar sampai mantan pengguna narkoba — ayah telah membuat mereka merasa begitu istimewa dan dicintai sehingga mereka semua melihat seorang sahabat di dalam diri beliau.

Kehilangan mungkin mematikan tubuh Anda, menghancurkan hati Anda, dan mengeringkan pembuluh darah Anda, tetapi kehilangan juga bentuk lain dari cinta dan kasih sayang.

Ayah selalu bekerja dengan penuh semangat, beliau mengajarkan kepada saya untuk menjalani kehidupan tanpa rasa takut, dan mencintai keluarga dengan sepenuh hati. Dia selalu berperan sebagai polisi yang baik dan segalanya yang Anda inginkan dalam diri orangtua.

Sulit membayangkan kehidupan tanpa ditemani oleh seseorang dengan kualitas yang langka seperti itu.

Kehilangan menurut saya bukanlah sesuatu yang dapat kita hindari atau lewati. Itu adalah bagian dari diri kita dan ingin dirangkul. Ironisnya, saya bisa merasa benar-benar bahagia untuk pertama kalinya hanya setelah saya merangkul kehilangan ayah.

Bentuk cinta dan kasih sayang

Kehilangan mungkin mematikan tubuh Anda, menghancurkan hati Anda, dan mengeringkan pembuluh darah Anda, tetapi kehilangan juga bentuk lain dari cinta dan kasih sayang.

Memikirkan ayah terkadang membuat saya sedih karena beliau sudah tidak ada lagi, tetapi memikirkannya juga membuat saya sangat bahagia. 

Saya memikirkan ratusan hal yang ayah ajarkan kepada saya, dan beberapa momen terindah dalam kehidupan kami telah membuat saya merasa sangat bersyukur. Bahkan di saat-saat yang paling sulit sekalipun, saya sadar bahwa saya adalah manusia yang sangat beruntung.

Kepada keluarga dan para sahabat yang telah kehilangan orang yang Anda cintai, sesulit apapun kondisi Anda saat ini, tetaplah tenang dan sadar bahwa kita semua adalah manusia yang sangat beruntung karena selalu memiliki cinta dan kasih sayang dari mereka yang telah mendahului kita.

Doa kami sekeluarga menyertai keluarga korban penembakan pria bersenjata yang telah kehilangan cinta dan kasih sayang di sebuah masjid dekat Hagley Park, Kota Christchurch, Selandia Baru – Sesungguhnya kami adalah milik Dzat Yang Maha Pengasih dan kepada-Nya juga kami akan kembali… Al Fatihah

Penulis Buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait