Dampak Ekonomi Asian Games Diperkirakan Rp45,1 Triliun

Tandaseru – Perhelatan Asian Games 2018 diklaim membawa manfaat kepada masyarakat dari sisi ekonomi di berbagai sektor. Hasil hitungan Bappenas juga memperkirakan total dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasionalisasi acara adalah sebesar Rp45,1 triliun.

Ini terhitung sejak 2015 hingga 2018, yaitu sejak persiapan sampai dengan acara berlangsung. Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menjelaskan bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 akan memberikan legacy dan membawa dampak positif yang besar bagi Indonesia baik dari sisi dampak ekonomi, dampak sosial dan juga alih pengetahuan dari negara maju di Asia bahkan Dunia.

Erick juga menegaskan bahwa Asian Games 2018 bukanlah hanya ajang untuk adu prestasi melainkan juga sebagai ajang untuk menciptakan perdamaian di Asia dan khususnya Indonesia. Terkait dengan dampak ekonomi, saat ini Bappenas masih menghitung dampak tidak langsung dari perhelatan multi event terbesar kedua setelah olimpiade ini.

“Berdasarkan perhitungan sementara Bappenas untuk dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di Indonesia untuk Asian Games 2018 sebesar Rp 3,6 Triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai 1,3 triliun rupiah,” kata Erick. Pengeluaran pengunjung diharapkan juga termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games 2018.

Sebagai salah satu upaya memberikan dampak ekonomi yang besar, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri melalui penyediaan merchandise resmi Asian Games 2018.

Mochtar Sarman, Direktur Merchandise Panitia Pelaksana Asian Games 2018 mengatakan bahwa Panitia selalu mendahulukan perusahaan dan UMKM nasional untuk menjadi pemegang lisensi merchandise resmi, hal ini merupakan upaya kami dalam mempromosikan produk dalam negeri kepada dunia.

“Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games akan memberikan warisan yang positif untuk kedepannya,” tambah Mochtar.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 telah memilih 17 perusahaan dan UMKM nasional sebagai pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi Asian Games 2018. Pemilihan pemegang lisensi tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mengumumkannya melalui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan. Sistem kerja sama bisnis antara pemegang lisensi dengan Panitia adalah sistem bagi hasil, dimana bagian untuk Panitia dari hasil penjualan merchandise akan diserahkan ke negara.

“17 pemegang lisensi melalui proses seleksi yang ketat. Beberapa komponen yang coba kami ukur adalah kualitas dan orisinalitas produk. Yang kedua adalah kekuatan jaringan distribusi. Selain itu adalah mitra pemegang lisensi harus memiliki daya serap mitra dan pemberdayaan mitra UMKM serta memiliki kredibilitas perusahaan yang baik,” jelas Mochtar.

Kumpulan Berita Terkait