Deklarasi Damai di Papua, Kapolri Beberkan Soal Jaga Stabilitas Keamanan

banner polisi mobile

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian menyampaikan puji syukur kepada Tuhan YME, karena atas Kehendak Tuhan semua para tamu undangan dapat hadir dalam kesempatan yang langka ini.

“Papua bagi saya pribadi bukanlah sesuatu yang asing, hati saya sudah melekat di Papua. Saya dan istri sudah terlanjur cinta dengan Papua baik orangnya, alamnya, budayanya dan segalanya. Papua sudah dihati Kami,” jelas Tito.

Dia menyebutkan beberapa waktu yang lalu agak tersentak dengan peristiwa yang terjadi baik di Surabaya, Malang, Manokwari, Sorong, di Deiyai dan terakhir di Jayapura kemarin.

Kapolri mengatakan Papua adalah miniatur Indonesia. Ada semua suku di Papua, Jayapura adalah kota yang damai, kota yang tenang. Insiden pada tanggal 29 lalu adalah insiden yang terasa luar biasa diluar kebiasaan dan tentunya sangat kita sesalkan karena ada kerugian adanya warga kita yang meninggal dunia dan kerusakan

“Sebetulnya demo pertama sudah berjalan dengan baik, dan bapak gubernur sudah mengimbau agar demo tidak anarkis,” ungkapnya saat menghadiri Dekralasi Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai di Ballroom Hotel Swissbell Jayapura, Kamis (5/9) malam.

Kehadiran Kapolri dan Panglima TNI di Papua katanya karena terpanggil untuk mengembalikan dan mengendalikan agar situasi keamanan di Papua dapat terkendali dan berjalan dengan baik.

Kapolri menyebutkan modal utama dalam membangun bukanlah SDA, sumber daya manusia iya, namun jauh lebih penting sebagai modal yaitu stabilitas keamanan. Contohnya afganistan SDA melimpah namun sampai saat ini stabilitas keamanan tidak terjaga dengan baik masih adanya perang saudara dan bom yang tiap hari meledak.

Tanpa adanya keamanan Sumber Daya Alam yang melimpahpun tidak ada artinya. Contoh lain yaitu Singapura mereka tidak punya SDA namun SDM nya baik dan mereka selalu menjaga dengan baik stabilitas keamanan agar terpelihara dengan baik. Sehingga pembangunan yang ada di Singapura dapat berjalan dengan cepat.

Karena itu katanya Kapolri dan Panglima terpanggil untuk menjaga stabilitas keamanan, Untuk itu belajar dari pengalaman konflik dari negara-negara lain konflik yang ada di negara kita seperti konflik Ambon, Poso dan lain-lain.

“Begitu ada indikasi gangguan keamanan di Papua dan ada indikasi meluas kita harus melakukan tindakan cepat. Salah satunya dengan menambah jumlah personil, tujuannya untuk mengendalikan situasi sehingga masyarakat merasa negara ada, suasana jaminan kemanan ada dan bagi yang akan membuat kerusuhan berfikir sambil kita menegakkan hukum kepada siapapun yang melanggar hukum tanpa memilih milih,” ungkapnya.

Situasi di Papua Barat dan Papua hingga saat ini relarif cukup baik dan cukup aman. “Saya ucapkan terima kasih kepada para tokoh etnis, tokoh agama yang turut membantu menjaga stabilitas keamanan,” tutur Kapolri.

Dia menyebutkan anggota BKO akan ditarik tentunya sampaii situasi aman. Dia mencontohkan di Jakarta saat mem-BKO kan pasukan sebanyak 22.000 dan Panglima TNI 15.000 sehingga total 37.000, karena adanya gangguan keamanan di Jakarta. Negara kita diciptakan oleh tuhan dengan keberagaman suku, kebergaman agama dan itu merupakan kekayaan negara kita.

“Oleh karena itu selaku pimpinan kepolisian mohon dengan kerendahan hati mari kita sama sama bangun dan kita jaga stabilitas keamanan yang ada, itu adalah modal yang penting bagi Papua untuk maju,” ujar Kapolri.

Dia menyebutkan semua program gubernur, walikota dan bupati tidak akan sukses tanpa adanya stabilitas keamanan. Kami harapkan kontribusi semua pihak, TNI Polri Pemda dalam semua tingkatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh suku suku, tokoh pemuda dan semua yang cinta rasa aman, semua yang cinta kedamaian agar menjaga stabilitas keamanan.

Tanah Papua adalah tanah yang diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, karena itu Polri akan tetap lakukan langkah-langkah penegakan hukum secara proporsional karena negara kita negara hukum. Bagi mahasiswa Papua dan warga Papua yang ada di luar Papua saya sampaikan kepada para Kapolda via vidcon agar dijaga dengan baik dan diberikan jaminan keamanan.

“Jika ada pembiaran saya akan mengambil tindakan, kita sebagai budaya timur kita juga harus menyesuaikan dengan local wisdom dengan norma adat setempat. Sama seperti masyarakat yang datang ke Papua juga menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada di Papua, sama halnya adik adik papua yang ada di luar Papua juga harus menyesuaikan dengan norma norma adat setempat.

Dengan upaya menjaga ini dapat membantu sehingga tidak akan pernah timbul masalah. Menteri PUPR  juga akan segera memperbaiki fasilitas umum.

“Mudah-mudahan dengan deklarasi damai ini akan menggema di seluruh Papua dan akan di-follow up oleh semua unsur pemda dan melaksanakan kegiatan yang membawa harmonisasi sehingga stabilitas keamanan di Papua dapat terus terpelihara dengan baik,” tutup Kapolri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait