Delapan Tahun Beraksi, Polisi Tangkap Penipu dengan Modus Bisa Loloskan Honorer Jadi PNS

Tandaseru – Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap HM alias Bima (57) setelah menipu para pekerja honorer yang ditawarkan jasa untuk bisa menjadi Pegawai Negara Sipil (PNS).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono Pelaku sudah melancarkan aksinya selama 8 tahun dan berhasil menipu 99 korban.

“Tim menangkap tersangka di rumah kontrakan daerah Pulo Gadung, Jaktim pada akhir bulan Juli 2019 lalu,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8).

Argo menyebut tersangka beraksi dengan berpura-pura bekerja di Kemendikbud dan sudah berstatus PNS. Tersangka menyebut dirinya bisa membantu orang-orang agar lolos menjadi PNS namun dengan syarat harus membayar sejumlah uang.

“Data (korban) dia bisa dilihat di internet. Cara dia kenal korban itu juga dari mulut kemulut dia bisa mengusahakan dan mengupayakan (meloloskan korban jadi PNS),” ungkap Argo.

Tersangka kerap menyasar orang-orang yang berniat menjadi PNS dan pegawai honorer yang statusnya belum menjadi PNS. Setelah berhasil merayu korban-korbanya dan korban sudah menyetorkan uang yang diminta, tersangka mengajak korban bertemu di Gedung Kemendikbud di lantai 3 untuk memberikan SK PNS.

“Untuk yakinkan korban, korban disuruh datang ke lantai 3 Gedung E Kantor Dirjen Pendidikan, Kemendikbud. Tersangka pakai pakaian dinas dan bilang nama (korban) sudah ada di SK (dan sudah jadi PNS),” ungkap Argo.

SK PNS itu merupakan SK palsu yang ditulis sendiri oleh korban. Untuk meyakinkan korban, tersangka selalu mengenakan pakaian dinas kementrian saat bertemu korbannya dan tersangka juga mempunyai tanda pengnal kementrian palsu.

“Tersangka ini dia punya kartu tanda pengenal (Kemendikbud) yang dipergunakan untuk meyakinkan korbannya. Ada juga dokumen-dokumen mengatasnamakan BKN, Kemenpan RB dan Kemendikbud yang digunakan untuk meyakinkan korban. Tapi seluruhnya adalah palsu,” jelas Argo.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan. Tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait