Di OTT KPK, Romahurmuziy: Ini Risiko Jadi Juru Bicara Koalisi

Tandaseru – Ketua Umum PPP, Romahurmuzy telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima uang suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Dalam hal ini, dia merasa telah dijebak saat penangkapan.

“Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan bahkan firasat pun tidak,” kata Romahurmuzy dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3).

Pria yang akrab disapa Rommy ini menyebutkan sesaat sebelum penangkapannya di sebuah hotel, dia bermaksud hanya ingin bersilahtrahmi. Tapi, kata Rommy, penangkapan itu langsung terjadi.

“Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme – religius yang moderat,” ucapnya.

Sebelumya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua Umum PPP Romahurmuzy sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima uang suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Selain Rommy, dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Terkait OTT ini, tim KPK mengamankan uang total Rp 156.758.000 dari sejumlah orang yang diamankan. Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pembeantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait