Diamankan Polisi, Begini Ceritanya Pria Bawa Sajam Masuk ke Mapolsek Pulomerak

Tandaseru – Seorang pria berinisial AM (33) diamankan petugas piket Polsek Pulomerak Polres Cilegon Polda Banten, karena membawa senjata tajam tanpa izin masuk ke dalam Mapolsek Pulomerak pada Jumat (08/11).

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Minggu (10/11) membenarkan, pihaknya menahan AM (33) yang membawa senjata tajam masuk kedalam Mapolsek Pulomerak Polres Cilegon sesuai dengan LP / 26 / XI/2019 / Banten / Res Cilegon / Sektor Pulomerak tanggal 08 November 2019.

“Ketika di Mapolsek Pulomerak petugas piket jaga Brigadir Agus Damai dan Bripka Pesta melihat seorang laki-laki yang mencurigakan gerak geriknya hendak masuk ke halaman polsek ” ujarnya.

Kapolres menjelaskan petugas jaga melihat orang tersebut hendak berusaha mendekat ke arah petugas jaga, kemudian petugas jaga bertanya dan menegur lelaki tersebut.

“Saat akan masuk Polsek petugas bertanya kepada seorang laki-laki karena dia membawa bungkusan plastik yang mencurigakan dan petugas menyuruh bungkusan tersebut diletakkan di luar,” katanya.

Selanjutnya orang tersebut keluar dan meletakkan bungkusan plastik yang dibawa. Lalu orang tersebut masuk kembali ke dalam Polsek dan masih menggunakan jaket (sweter).

“Ketika masuk kedalam petugas melihat ada sesuatu dibalik jaket laki laki tersebut, kemudian menegur, namun orang tersebut tidak mau membukanya. Akhirnya untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan yang bisa saja menyerang kepada petugas dan membahayakan petugas, petugas memeriksa di balik jaket yang diduga ada senjata tajam,” ungkapnya.

Ketika dibuka jaketnya, dia mengatakan petugas mendapatkan sebilah kampak dari balik jaket. Untuk mengantisipasi perlawanan atau hal hal yang tidak diinginkan, yang bersangkutan langsung diamankan di ruang Reskrim Polsek Pulomerak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari identias yang ditemukan petugas, AM (33) merupakan warga Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung Jawa Barat. Di identitas tersebut terungkap AM (33) berprofesi sebagai wiraswasta.

“Atas perbuatannya pelaku membawa senjata tajam tanpa izin melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951, dengan hukuman penjara Setinggi-tingginya 10 tahun,” Ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan yang dilakukan oleh petugas jaga Polsek Pulomerak merupakan upaya sigap dan kepekaan terhadap orang yang dicurigai membawa barang berbahaya.

Menurut dia, hal ini merupakan langkah pencegahan yang bagus karena pelaku diduga akan melakukan hal hal yang membahayakan keselamatan petugas. Pasalnya, saat pelaku memasuki wilayah kantor polisi, sudah berniat membawa senjata tajam yang sengaja dia selipkan di belakang di balik baju sweater yang menutupi badannya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat jangan sembarangan membawa senjata tajam di tempat umum bahkan ada niatan untuk melukai orang lain karena penggunaan senjata tajam ini sudah jelas diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951.” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait