Diancam Debt Collector, Nasabah Perusahaan Pinjaman Uang Online Lapor Polisi

Tandaseru – Seorang nasabah perusahan fintech atau peminjaman uang secara online berinisial IG (34) mendatangi Polda Metro Jaya. IG melaporkan debt collector salah satu perusahaan fintech yang mengatasnamakan perusahaan Doktor Rupiah pada Sabtu (9/6/2018) atas kasus dugaan ancaman melalui media elektronik.

IG datang ditemani oleh kuasa hukumnya Salman Alfarisi Simanjuntak dan beberapa nasabah lainnya. Menurut Salman, kliennya tersebut telah diancam ingin dibunuh oleh debt collector karena telat membayar pinjaman dari perusahaan tersebut setelah kurun waktu tiga hari.

“Ya hari ini kami sudah buka laporan di Polda Metro Jaya. Laporan sudah diterima, ini adalah salah satu korban yang diancam dibunuh oleh salah satu perusahaan fintech yang mengutus debt collector, mereka mengancam untuk membunuh nasabah gara-gara telat bayar,” kata Salman di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/6/2018).

“Ini mengatasnamakan Doktor Rupiah, jadi banyak bukan hanya di satu perusahaan fintech aja, bukan hanya satu nama, jadi di sini juga korbannya variatif bukan hanya di satu aplikasi,” sambungnya.

Salman menuturkan selain kliennya, terdapat puluhan korban lainnya yang melakukan pinjaman uang di perusahaan tersebut telah mendapatkan pengancaman oleh debt collector.

“Hampir semua yang meminjam, jadi ketika  telat satu hari saja mereka kasih warning, tapi yang tidak wajar, dia langsung bilang ‘kalau elu enggak bayar, gue bakal sebar kesemua kontak disini kalau elu hutang’ sampai yang terakhir ya itu ada yang diancam dibunuh. Bahkan ada yang ‘kalau elu mau lunas yaudah elu tari bugil, tari telanjang’, pelecehan,” jelasnya.

Dalam laporan ini, Salman menuturkan pihaknya membawa beberapa alat bukti yang diberikan ke pihak kepolisian. “Bukti yang kita punya ancaman percakapannya, tertera disitu, salah satu ancamanya dia ingin bunuh, ancaman pembunuhan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Salman meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut debt collector yang diutus oleh perusahaan yang mengatasnamakan Doktor Rupiah agar tidak ada lagi korban yang mendapatkan pengancaman pembunuhan.

“Kemudian besok juga apabila tidak ada respon dari pihak kepolisian kami pastikan masih banyak korban yang bertambah yang ingin melakukan upaya hukum untuk lakukan buka laporan ke kepolisian disini,” paparnya.

Laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/3161/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 9 Juni 2018. Atas tindakan tersebut, Salman mempersangkakan pelaku dengan Pasal 45 B Jo Pasal 29 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atas tuduhan pengancaman melalui media elektronik.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -