Dicecar 13 Pertanyaan, Fahira Idris Tegaskan Buat Laporan Bukan Perintah Anies Baswedan

Tandaseru – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris telah usai memberikan keterangannya sebagai saksi pelapor dalam laporannya soal meme Joker Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pemeriksaan terhadap Fahira dilakukan di Polda Metro Jaya pada Jumat (8/11) sejak pukul 10.30 hingga 14.30 WIB. Dia mengaku diberikan 13 pertanyaan mendasar oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Sebetulnya klarifikasi hari ini, pertanyaan-pertanyaan masih yang mendasar ya seperti misalnya apakah saya sehat, apakah benar melaporkan ke sini dan apa alasannya, bagaimana kronologinya, apa bukti-buktinya, sebetulnya pertanyaannya masih belum ada yang terlalu aneh-aneh menurut saya, masih mendasar,” kata Fahira di Polda Metro Jaya, Jumat (8/11).

Salah satu pertanyaan yang cukup menyedot perhatian Fahira adalah tentang alasan pelaporan terhadap Ade. Penyidik menanyakan apakah Fahira mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam membuat laporan itu.

“Sejak awal saya bilang saya melaporkan ini bukan karena Bapak Anies, bukan untuk Bapak Anies, tidak mendapatkan kuasa dari Pak Anies, tidak mendapat kuasa dari Pemprov (DKI Jakarta),” ujar Fahira.

Sebelumnya, Fahira Idris melaporkan akun Facebook atas nama Ade Armando karena mengunggah foto editan Anies Baswedan menjadi tokoh Joker.

Laporan tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019.

Fahira mengaku mengetahui postingan tersebut pada Jumat (1/11/2019) saat bertugas di kantornya. Pasalnya, akun facebook Ade Armando mengunggah foto Anies Baswedan yang diubah menjadi foto tokoh Joker.

“Foto (yang diunggah) di Facebooknya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker,” ujar Fahira.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait