Dilimpahkan ke Persidangan, Eni Saragih Siap Kooperatif

Tandaseru – Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih bakal segera diadili atas kasus suap proyek PLTU Riau-1. Eni mengaku berkas perkaranya telah dilimpahkan ke tahap penuntutan.
“Hari ini pelimpahan dari penyidikan ke penuntutan ya. Nanti Pak Rudi Alfonso yang dampingi saya dalam persidangan,” kata Eni usai diperiksa penyidik, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/11).
Eni berjanji bakal koperatif selama menjalani persidangan. Untuk itu, Eni berharap permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukannya dikabulkan KPK.
“Pokoknya saya sudah berjanji untuk kooperatif dan di persidangan pun saya berjanji untuk kooperatif. Alat-alat bukti itulah nanti yang akan membuktikan dalam persidangan,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, berkas penyidikan Eni telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu tim penyidik melimpahkan berkas penyidikan kasus ini ke tahap penuntutan.
Jaksa Penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Eni. Nantinya surat dakwaan terhadap Eni bakal dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.
“Ya penyidikan (Eni) sudah selesai. Nanti segera dibawa ke sidang. Persidangan di Jakarta,” kata Febri.
Diketahui, KPK menetapkan Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo.
Suap ini diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan perusahaan Kotjo untuk turut menggarap proyek PLTU Riau-1.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait