Tanda Seru
Cek Fakta Berita di Indonesia

Din Syamsudin: Perjuangan Umat Islam Sebaiknya Tidak Berorientasi Populisme

JAKARTA (!) – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat M. Din Syamsuddin mengungkapkan perjuangan umat Islam sebaiknya berorientasi praksisme (karya kebudayaan) daripada orientasi populisme (kerja kerumunan).

Menurut dia masalah yang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini adalah lemahnya infrastruktur kebudayaan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, informasi. Karena itu, perjuangan yang relevan saat ini adalah mengatasi permasalahan tersebut.

“Semua sumber daya sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki aspek kebudayaan tadi. Oleh karena itu, saya menyarakankan utk mengubah strategi dari al-jihad lil mua’radhah (perjuangan melawan/struggle against) ke al-jihad lil muwajahah (perjuangan menghadapi/struggle for),” ungkapnya dalam rilis tertulisnya menyikapi Reuni  Aksi 212, Kamis (30/11).

Reuni Aksi 212

Din Syamsudin mengatakan kelompok pendukung Aksi 212 mempunyai hak utk  mengaktualisasikan diri. Karena itu gerakan Reuni Aksi 212 dinilainya absah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan.

“ Saya tidak ikut Reuni tersebut karena saya bukan alumni. Saya mempunyai pemahaman tentang permasalahan umat Islam dan pendekatan tersendiri dalam menanggulanginya serta beramar makruf nahyi munkar,” ungkapnya.

Menurut pandangannya  izzul Islam wal Muslimin di Indonesia perlu dicapai melalui perjuangan strategis  mengembangkan infrastruktur kebudayaan umat Islam. Karena itu, diperlukan karya nyata dalam meningkatkan mutu kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang.

Karena itu, kata Din Syamsudin perlu ada langkah strategis yang lebih menekankan praxisme keagamaan daripada menampilkan mob populisme keagamaan.

Anda mungkin juga berminat