Dinilai Caat Hukum, Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Advokat ke Kapolda Metro Jaya soal e-TLE

Tandaseru – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan untuk Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono oleh seorang advokat, Denny Adrian Kusdayat terkait kasus tilang elektrik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE).

“Dalam pokok perkara menyatakan permohonan praperadilan pemohon tidak dapat diterima,” kata Hakim Tunggal Sudjarwanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (20/8).

Ia menjelaskan bahwa apa yang diajukan oleh pemohon bukan termasuk dalam pokok perkara praperadilan. Apa yang diajukan oleh pemohon tidak bisa diterima.

“Surat e-tilang tanggal 17 Juli tidak termasuk dalam objek praperadilan. Sehingga, hakim berpendapat tidak berwenang memeriksa permohonan tersebut,” katanya.

Oleh karenanya, hakim menyebutkan, biaya perkara praperadilan e-tilang ini dibebankan kepada pihak pemohon.

Sementara itu, dari pihak termohon, Polda Metro Jaya, AKBP Nova Irone Surentu mengatakan bahwa perkara yang diajukan oleh pihak pemohon bukan masuk ranah praperadilan tersebut.

“Intinya ditolak permohonan pemohon. Yang jelas itu kan bukan masuk ranah praperadilan. Kan hakim sudah jelaskan, disampaikan tadi pada saat pembacaan putusan,” ujarnya.

Sebelumnya, Denny telah melayangkan gugatan praperadilan ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register 89/Pid.Pra/2019/PN-Jkt.Sel pada 22 Juli 2019.

Salah satu poin yang diajukan oleh Denny, meminta agar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Purnomo membayar ganti rugi secara imateriil kepada dirinya sebesar Rp3 miliar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait