Diperiksa Terkait Kasus Korupsi, Mantan Wali Kota Depok Dicecar 60 Pertanyaan

Tandaseru – Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 15 jam di Polresta Depok pada Kamis (13/9/2018) lalu. Dia dicecar sekitar 60 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus korupsi.

“Pada pemeriksaan itu ada 60 lebih pertanyaan yang disampaikan, berkaitan dengan perizinan dan proses anggaran. Kemudian penyidik juga beri hak tersangka, haknya seperti makan siang, sholat, dan pemeriksaan didampingi penasehat hukum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di kantornya, Jumat (14/9/2018).

Dalam kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kombes Argo menuturkan pihaknya sudah memeriksa sekitar 80 saksi.

“Sudah ada sekitar 80-an saksi yang diperiksa, yaitu saksi ahli, dan ada petunjuk yang didapatkan nanti akan kita cek kembali apakah masih ada keterangan saksi lain yang dimintai keterangan. Seandainya sudah cukup akan segera kita berkas dan kirim ke kejaksaan,” ucapnya.

Sementara itu, polisi berpangkat melati tiga ini menuturkan alasan pihaknya tidak menahan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena tersangka sudah bersikap kooperatif. Disamping itu, hak untuk penahanan itu adalah kewenangan penyidik.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Harry Prihanto juga telah diperiksa pada Rabu (12/9/2018) karena diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi pelebaran jalan tersebut. Dalam pemeriksaan, Harry juga diperiksa dengan beberapa pertanyaan oleh penyidik Polresta Depok.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -