Ditahan KPK, Pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Tetap Unggul di Pilkada 2018

Tandaseru – Pasangan calon petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo yang diusung PDIP dan Partai Nasdem sementara unggul atas pesaingnya, Margiono-Eko Prisdianto. Syahri Mulyo bersama tiga orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menghargai keunggulan calon Bupati Tulungagung Syahri Mulyo yang merupakan tahanan KPK itu dalam Pilkada Kabupaten Tulungagung 2018.

“Ya ini harus tegas ya yang namanya suara rakyat itu suara Tuhan, itu dalam politik itu begitu. Jadi, rakyat jika sudah menentukan pilihannya itu harus dihargai, bisa jadi orang bertanya kenapa tetap dipilih ya mungkin karena wakilnya bagus atau mungkin karena kerjanya kemarin juga bagus, rakyatnya senang,” kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Namun, Saut menegaskan untuk menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya berkinerja saja.Jika dia terlibat korupsi dan ditemukan dua bukti permulaan maka KPK akan menindaknya. Karena itu, lanjut Saut, apa yang telah dilakukan KPK terhadap Syahri tersebut tidak ada kaitan dengan politik.

“Jadi, itu satu bukti lagi bahwa ternyata apa yang dilakukan sama KPK itu sama sekali tidak ada kaitan dengan politik. Ternyata dia terpilih, jadi ini yang saya katakan, berkinerja saja tidak cukup, berkinerja bagus tetapi antikorupsi akan menjadi lebih baik,” ucap Saut.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -