DKPP: Kontestan Pilkada Tak Konsisten ‘Siap Kalah dan Siap Menang’

Tandaseru – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima sekitar 400 sampai 500 laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan penyelenggara pemilu.

“Kebanyakan pelapor kecewa terhadap KPU dan Bawaslu kemudian melaporkan ke DKPP,” kata Anggota DKPP Muhammad saat acara diskusi Kemendagri Media Forum, Jumat (13/7/2018), di Gedung Kemendagri, Jakarta.

Sebelum melayangkan laporan dugaan pengaduan, kata Muhammad, pelapor juga sudah mendaftarkan gugatan mereka ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, laporan pengaduan kebanyakan dilayangkan pula pascapenetapan kepala daerah pemenang Pilkada, baik yang ditetapkan KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota serta Bawaslu.

Menurut Muhammad, ratusan laporan dugaan pengaduan itu seolah menunjukkan para kontestan pilkada tak konsisten terhadap slogan Siap Kalah, Siap Menang.

“Dari situ seolah slogan Siap Kalah dan Siap Menang rupanya tidak seperti kenyataannya. Para kontestan yang kalah pasca penetapan malah menggugat ke MK,” imbuh Muhammad.

Mantan Ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tersebut melanjutkan, tidak semua laporan dugaan tersebut akan disidangkan di DKPP karena akan mendalami bukti yang disodorkan pengadu.

Muhammad berharap, pada pelaksanaan Pemilu di masa mendatang, seluruh penyelenggara bisa meminimalisir tata kelola pemilu yang masih terdapat kelemahannya. Lemahnya tata kelola pemilu tersebut, kata Muhammad, rentan menghilangkan hak berpolitik seseorang.

Dia menyebutkan ada lima provinsi yang mendapat laporan pengaduan tertinggi yakni Papua, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -