Drama Para Saksi

Banyak dari kita telah menyaksikan sebuah drama dengan beragam aksi di persidangan Mahkamah Konstitusi tentang sengketa Pilpres 2019.

Kita tahu kalau para saksi telah berusaha keras untuk meyakinkan Majelis Hakim dan ingin mengambil hati pemirsa yang mengikuti sidang dari media cetak dan elektronik.

Namun kenyataannya, banyak saksi yang tampil memalukan. Penampilan dan perkataan mereka di ruang sidang tidak menampilkan bukti yang otentik, sarat dengan opini pribadi dan jauh dari kualitas saksi yang kredibel.

Penampilan mereka hanya sukses membuat mules dan sakit mata para penonton serta telah merendahkan wibawa dan marwah sidang yang mulia.

Sebagai penonton kita rindu kesaksian yang didukung oleh data, bukti dan fakta yang akurat serta berkualitas sehingga ruh keadilan dapat tampil perkasa di persidangan. Bukan penampakan para saksi kesiangan yang terkesan seperti dipaksakan.

Hal ini menimbulkan kecurigaan mengenai kesaksian yang bukan sebenarnya alias palsu. Padahal, kesaksian palsu jelas dilarang semua agama karena sangat berbahaya tidak hanya untuk diri saksi sendiri tetapi juga kepada orang lain.

Kesaksian palsu adalah saat seseorang bersaksi dengan sebuah kesaksian yang dia tahu bahwa persaksiannya itu berbeda atau tidak sesuai dengan hakekat yang sebenarnya telah terjadi.

Orang-orang yang memberikan kesaksian palsu itu menyangka dia telah berbuat sesuatu yang bermanfaat atau berbuat baik kepada rekannya yang lain, padahal sejatinya dia telah menzalimi dirinya sendiri dan menzalimi rekannya.

Dia menzalimi dirinya sendiri, karena dia telah berbuat fitnah dan dosa serta telah melakukan salah satu dosa besar. Dia telah menzalimi rekannya karena dia memberikan kepada orang itu sesuatu yang bukan haknya.

Dia juga telah berbuat zalim kepada orang yang ia persaksikan sebagai orang yang salah, sehingga dengan sebab kesaksiannya itu ia telah mengambil atau mengganggu kehormatannya.

Sekarang saya mengerti hakekat sebuah nasihat dari Guru saya yang mulia, beliau berkata waktu kita berbicara maka jadilah seorang pembicara yang baik.

Ketika kita menjadi penonton, maka jadilah seorang penonton yang baik. Dan saat kita mendengarkan sesuatu, maka jadilah seorang pendengar yang baik.

Dengan kerendahan hati, mari kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih agar diri kita, keluarga dan para sahabat diberikan keselamatan dari semua keburukan… Aamiin ya rabbal alamin…

 

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait