Dudung E. Diredja: Ada, Dekat, Bermanfaat

Tandaseru – Sejak berdiri secara resmi pada 29 Oktober 2008, Kota Tangerang Selatan mengalami perkembangan pesat di berbagai bidang. Salah satu kota termuda di Provinsi Banten ini tidak lagi sekadar penyangga Jakarta, tetapi sudah menjelma menjadi kota mandiri dan pusat perekonomian di selatan Ibu Kota.

Di balik kemajuan kota itu, ternyata ada peran penting dari seorang abdi negara bernama Dudung E. Diredja. Dia ikut melahirkan dan membesarkan Kota Tangsel hingga menjadi seperti sekarang.

Direktur Utama Holding BUMD PT Pembangunan dan Investasi Tangerang Selatan (PITS) ini meniti karirnya dari bawah. Dia memulai karir sebagai pegawai Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 1980, ketika Tangsel masih menjadi bagian Kabupaten Tangerang.

Pada tahun 2000, Dudung ditugaskan di Dinas Pertambangan dan Energi di Provinsi Banten hingga tahun 2008, sebelum kemudian hijrah ke Pemkot Tangsel.

Di Tangsel inilah kepribadian dan kapasitas Dudung diuji. Berbagai tugas dia  emban, mulai dari Sekwan DPRD, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) merangkap Plt Sekda, hingga menjabat posisi Sekda merangkap Plt BKD pada Oktober 2010.

Tugas-tugas tersebut dijalaninya dengan penuh amanah sampai dengan purnabakti sebagai ASN pada tahun 2015. Selain sarat pengalaman, Dudung juga dikenal pekerja keras dan jujur, tidak heran jika dia dipercaya mendampingi empat Walikota Tangsel.

Dia selalu dapat bekerja sama dengan Walikota dan Wakil Walikota, sehingga sering diberikan tugas dan kepercayaan yang begitu besar, terutama untuk mengurusi masalah administrasi dan strategis di lingkungan Pemkot.

Mengabdikan Diri

Setelah pensiun pun Dudung masih dipercaya oleh Walikota Tangsel untuk mengabdikan diri bagi kemajuan daerah. Dia ditugaskan memimpin PT PITS, perusahaan induk BUMD Tangsel sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Salah satu pengalaman berharga pria kelahiran Bandung ini sebagai birokrat di Tangsel adalah ketika terjadi kekosongan pejabat Walikota dari Eutik ke Hidayat. Dudung ditunjuk oleh Gubernur Banten sebagai Plt Walikota.

Situasi saat itu sangat berat sebab Tangsel sedang menghadapi dua persoalan besar, yaitu pesiapan Pemilu Kepala Daerah (Pilkad) Tangsel dan pembahasan APBD Kota Tangsel pertama kali.

Walaupun hanya beberapa bulan mengemban tugas itu, alumni Universitas Padjadjaran Bandung dan magister Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berhasil menuntaskannya dengan baik.

Saat menjabat Sekda Pemkot Tangsel, Dudung mengajukan keinginan terhadap Pj Walikota untuk mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), predikat tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan keuangan daerah.

Awalnya keinginan itu sempat diragukan mengingat usia Pemkot Tangsel masih seumur jagung. Namun berkat kerja keras dan kerja sama Pemkot dengan berbagai pihak, harapan suami Tintin Rustini ini akhirnya membuahkan hasil.

Saat Tangsel dipimpin Walikota Airin Racmi Diani, Dudung mangajukan permintaan agar keuangan daerah dialokasi 30 persen untuk belanja pegawai dan 70 persen untuk pembangunan. Usulan ini juga berhasil membawa Tangsel meraih penghargaan sebagai  Pemkot paling sehat secara keuangan.

Sebagai Ketua Dekopinda, dia ikut berperan dalam meraih penghargaan tertinggi dari Presiden RI untuk Walikota Tangsel atas prestasinya di bidang Koperasi dan UMKM.

Selain di pemerintahan, Dudung aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, antara lain sebagai Ketua LPTQ dan selalu berprestasi dalam gelaran MTQ tingkat Provinsi Banten.

Dia juga dipercaya sebagai pembina Forum Komunikasi Perguruan Silat, Ketua gate ball, dan Ketua ISSI dengan mencatat prestasi empat perak dalam Pen Prov Banten.

Keinginan Dudung untuk selalu berbuat yang terbaik juga diterapkannya di PT PITS. Sebagai Dirut, dia berhasil mendatangkan investasi Rp340 miliar untuk pengelolaan air minum zona 3 dengan kapasitas 300 liter per detik bekerja sama dengan PP Infrastruktur.

Investasi ini berlanjut ke tahap kedua senilai Rp1,2 triliiun untuk pengembangan PAM di zona 1 dan 4 wilayah Serpong, Serpong Utara dan Setu dengan kapasitas 1.000 liter per detik.

Pesan Orangtua

Selama menjalani amanah, Dudung selalu teringat pada pesan yang ditanamkan oleh orangtuanya sejak kecil. ‘Jika ingin sukses, ingatlah tiga kata yaitu Ada, Dekat dan Bermanfaat. Tunjukan bahwa Kamu itu Ada, Dekat, dan Bermanfaat bagi masyarakat sekelilingmu, sehingga selalu melakukan yang terbaik,’ ungkapnya.

Pesan lain yang dipegang teguh oleh Dudung adalah, hidup harus berproses dan mulai dari bawah, serta jangan pernah meminta jabatan sebab jabatan kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Pesan-pesan tersebut menjadi panduan dan motivasi bagi Dudung dalam menapaki setiap langkah kehidupan. “Dalam kehidupan dan jenjang karir, saya lalui secara bertahap. Nilai-nilai itu diimplementasikan di dalam pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan saya bertahap dari nol tidak ujug-ujug  jadi pejabat,” jelasnya. (Ayu)

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id