Bercita-cita Ingin Mati Syahid, ini Fakta Dita Oepriarto Pelaku Bom Surabaya!

Tandaseru – Peristiwa luar biasa yang terjadi di Surabaya tentu membuat banyak pihak terhenyak, ditambah lagi tersiar kabar pelaku bom bunuh diri merupakan satu keluarga yang berbeda dengan kasus bom lainnya, berikut ini fakta Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri Surabaya!

Banyak yang belum mengetahui seperti sebenarnya latar belakang dari seorang Dita Oepriarto yang jadi salah satu pelaku bom bunuh diri tersebut, mari simak ulasannya.

Fakta Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri Surabaya merupakan kepala keluarga dan ketua JAD

Organisais radikal JAD (Jamaah Ansharut Daulah) ternyata mempunyai cabang di Indonesia. Salah satunya ada di Surabaya dan dipimpin oleh Dita Oepriarto.

Diketahui juga, sosoknya disebut-sebut punya kaitan dengan Jaringan Ansarut Tauhid (JAT). Keduanya mempunyai kesamaan ideologi yang berkiblat ke ISIS di Timur Tengah. Itu sebabnya, mereka tak segan membunuh dengan beragam cara. Salah satunya meledakan bom.

Libatkan istri dan anak saat pengeboman

Dita ternyata tak melakukan seorang diri, justru serangan bom bunuh diri itu melibatkan istri dan keempat anaknya.

Keempat anaknya adalah Fadilah Sari wanita (12) dan Pamela Rizkita wanita (9) serta dua anak laki-laki bernama Yusuf Fadil (18) dan Firman (16). Mereka semua kompak meledakkan diri pada waktu yang hamper bersamaan di tiga Gereja berbeda.

Dita sempat minta didoakan mati syahid oleh sang ibu

Sumijati ibunda dari Dita yang tinggal di Tembok Dukuh V No 15, Kelurahan Tembok Dukuh, Rungkut, Surabaya merupakan seorang ibu yang tak pernah diberi kabar oleh anaknya tersebut.

Dita sebagai anak kedua di keluarganya, kerap tak pernah berkunjung ke rumah sang ibu bahkan jarang sekali menelponnya. Yang lekat diingatan sang ibu, Dita hanya sempat meminta didoakan agar dirinya bisa mati syahid.

Bukan berasal dari pondok pesantren

Sang ibu Sumijati pun mengaku anaknya tak pernah bersekolah di pondok pesantren manapun dan dirinya tidak pernah mengetahui anaknya mengikuti sebuah perkumpulan apapun.

Sumijati pun menjelaskan jika dirinya telah tidak tinggal satu rumah dengan Dita semenjak anaknya duduk di bangku sekolah menengah atas, dan menetap di kosan yang jauh dari tempat tinggalnya.

Sosok berduit yang tertutup

Semenjak Dita dan keluarganya tinggal di Kompleks Perumahan Jalan Wonorejo Asri XI, Kecamatan Rungkut yang merupakan perumahan elit itu, mereka dikenal sebagai keluarga yang tertutup.

Mereka juga jarang berinteraksi dengan warga lain. Dita dikenal sebagai seorang penjual jamu herbal yang cukup berada, sebab rumahnya saja ditaksir seharga kurang lebih Rp1,5Miliar. Ketika digeledah oleh pihak kepolisian, di rumahnya ditemukan empat bom yang masih aktif.

Punya hubungan dengan Amman Abdurahman

Ternyata Dita merupakan salah satu anggota Amman Abdurahman yang merupakan pemimpin tertinggi dari JAD. Hal itulah yang membuat nama Amman ikut terseret dalam kasus bom di Surabaya.

Alumni ISIS Suriah yang pulang

Yang membuat keluarga tersebut nekat melakukan aksi bom bunuh diri, diketahui akibat mereka sempat ke Suriah dan kembali pulang. Di sana, Dita dan istri bergabung dengan ISIS bahkan belajar tentang strategi militer seklaigus merakit bom.

Pengetahuan serta pengalamannya itu yang digunakan Dita dan keluarga untuk melakukan aksi bom di tiga gereja sekaligus. Miris ya, jika tahu fakta Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri Surabaya itu?

Kumpulan Berita Terkait