Bukan Cuma JAV, Joshi Kosei Juga Jadi Fakta Kelam Prostitusi di Jepang!

Tandaseru – Ternyata Jepang sangat terkenal dengan segala hal berbau seksual. Selai JAV yang sangat terkenal, ada fakta kelam Joshi Kosei, praktik prostitusi remaja di sana!

Siapa sih yang nggak tahu soal produksi Japan Adult Video atau JAV yang merupakan produksi industri film dewasa yang memang sangat terkenal di dunia.

Tapi bukan hanya JAV yang ternyata jadi wajah kelam negri Sakura tersebut, tapi Joshi Kosei adalah praktik prostitusi yang melibatkan remaja dan pelajar di Jepang jadi wajah kelam lainnya.

Berawal dari berkencan biasa jadi fakta kelam Joshi Kosei yang pertama

Joshi Kosei telah ada sejak era 90an, tetapi aktivitas tersebut ternyata tidak sampai ranah prostitusi. Kala itu, pria paruh baya datang ke kafe-kafe usai pulang bekerja untuk menyewa jasa Joshi Kosei.

Tetapi jasa mereka para pelajar di sana hanya sebatas berkumpul untuk menemani serta melayani berbincang dengan para pekerja pelanggannya itu.

Berganti fungsi

Pada Awalnya yang hanya menemani berbincang dan bercanda biasa, lalu perlahan berubah. Padahal jasa dari Joshi Kosei telah dibayar cukup mahal hanya dengan menemani berbincang saja.

Tapi entah kenapa, lama-kelamaan pelanggan dari Joshi Kosei ingin pelayanan yang lebih dari para pelajar itu. Bayaran yang telah tinggi itu jadi semakin tinggi, akibat jasa kencan yang berubah jadi sebuah bisnis prostitusi terselubung.

Mulai semakin merajalela!

Karena semakin marak dan banyak diminati, bisnis tersebut pun perlahan menyebar hampir di seluruh Jepang. Joshi Kosei pun jadi jasa yang bertransformasi jadi bisnis pemuas nafsu untuk para pria hidung belang.

Ada banyak pelajar di Jepang yang berakhir terjerumus ke dalam bisnis itu dan celakanya mereka yang telah masuk dalm lingkaran bisnis tersebut, maka sulit untuk bisa keluar. Joshi Kosei ini paling banyak ditemui pada distrik Akihabara.

Ternyata sulit diberantas, sekalipun oleh pemerintah

Sebenarnya di Jepang ada undang-undang yang telah mengatur larangan soal bisnis prostitusi anak di bawah umur. Tapi hal itu tak membuat bisnis tersebut hilang, bahkan banyak yang mengatakan campur tangan pemerintah dalam memberantas Joshi Kosei hanya sebuah gimmick alias pura-pura.

Buktinya, hingga kini masih saja ada banyak ditemukan Joshi Kosei yang melakukan praktik prostitusi remaja itu di kota-kota besar di Jepang.

Berakibat pada korban yang menderita

Tidak jarang remaja di Jepang harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri akibat praktik Joshi Kosei tersebut. Hal itu terjadi akibat beban mental yang diterimanya, pasalnya sekalipun bukan hal tabu untuk menemukan jasa tersebut di Jepang, tapi para pelaku akan tetap merasa malu jika ketauan di lingkungannya.

Jika hal itu terjadi bukan tidak mungkin pengucilan dari masyarakat akan dirasakan mereka para remaja Joshi Kosei. Sebenarnya industri prostitusi satu ini memang sudah terlalu besar di Jepang, bahkan bisa dikatakan pemerintah di sana cukup terlambat untuk memberantasnya.

Bagaimana menurut Anda fakta kelam Joshi Kosei di atas yang melibatkan remaja jadi korbannya itu?

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait