15 Santri Jadi Korban Seksual, Ini Fakta Kasus Pesantren Annahla!

Tandaseru – Sekolah adalah tempat menimba ilmu, namun ada oknum yang memanfaatkannya secara negatif. Fakta pesantren Annahla di Aceh ini salah satunya!

Mungkin Anda tidak akan menyangkan dengan tampilan yang terlihat baik-baik ternyata melakukan tindakan tidak senonoh. Seperti yang dilakukan pimpinan pesantren dan guru ngaji di Pondok Pesantren Annahla, Lhokseumawe, Aceh ini.

Kasus pelecehan seksual ini sudah terungkap sejak 8 Juli lalu, para pelaku juga telah ditangkap oleh pihak berwajib, namun pemeriksaan dan pencarian korban pelecehan terus dilakukan.

Kabar ini memang mengejutkan, mengingat Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung hukum syariat Islamnya.

Fakta pesantren Annahla kejadian telah berlangsung sejak 2018!

Ternyata faktanya, pelecehan seksual tersebut telah dilakukan pimpinan pondok pesantren Annahla berinisial AI (45) dan guru berinisial MY (26) pada sekitar 15 orang santri pria berstatus pelajar di sana.

Bukan itu saja, skandal ini telah berlangsung sejak September 2018 dan baru tercium ke publik usai salah satu orangtua korban pencabulan melapor ke pihak berwajib wilayah Lhokseumawe, Aceh.

Bermodus bersih-bersih kamar

Mirisnya lagi, pelecehan tersebut dilakukan selama kurang lebih 10 bulan, dengan pelaku bermodus pura-pura memerintah para muridnya membersihkan kamar.

Santri yang sudah didoktrin menggunakan agama agar mereka takut oleh pelaku akhirnya tidak bisa menolak permintaan tersebut. Disaat korban sendirian itulah dua orang ustad tersebut meminta korban melakukan seks oral.

Pelecehan tidak dilakukan sekali

Sampai kini dari 15 santri pesantren Annahla, ada lima di antaranya yang telah melaporkan perbuatan pelaku. Mereka adalah R (13), L (14), D (14), T (13), dan A (15).

Dilansir dari modusaceh.co, pelecehan yang dilakukan tersangka AI pada korban R sebanyak 5 kali, korban L sebanyak 7 Kali, korban D sebanyak 3 kali, korban T sebanyak 5 kali dan korban A sebanyak 3 kali.

Sedangkan MY, melakukan pelecehan pada korban R sebanyak 2 kali. Untuk 10 santri lain masih dicari dan diselidiki oleh pihak kepolisian.

Sementara, pelaku dijerat dengan Qanun Aceh Pasal 47 Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman hukuman 90 kali cambuk di depan umum, atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan.

Ilustrasi

Sempat disebar hoax

Seperti dilansir dari detik.com setelah berita tentang pencabulan di pesantren Annahla mencuat, ada kabar bohong (hoax) yang dilakukan untuk menyebar fitnah pada pihak kepolisian.

Namun, polisi berhasil menangkap tiga pria yang diduga menyebarkan hoax terkait kasus pencabulan oleh pimpinan pesantren di Lhokseumawe, Aceh tersebut.

Dalam unggahan yang disebarkan, mereka menganggap kasus pencabulan itu fitnah dan seolah dipaksakan oleh penyidik.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengungkapkan ketiga pria tersebut adalah HS (29) asal Bireun, IM (19) dan NA (21) asal Lhokseumawe.

Pondok pesantren Annahla ditutup

Menanggapi kasus pesantren tersebut, pemerintah Lhokseumawe pun menutup pesantren Annahla untuk sementara waktu atau bisa saja selamanya.

Penyidik juga melakukan pembekuan rekening pesantren agar aset di sana tidak disalahgunakan selama kasus tersebut diselidiki.

Seperti dilansir dari Vice.com, karena ada ajaran baru, maka bagian Humas Pemkot Lhokseumawe, Muslim meyakinkan bahwa pihaknya akan mencarikan solusi agar para santri tidak menganggur, bila perlu dapat diterima di sekolah lain.

Sementara para santri yang melapor, sudah mendapat pendampingan dari psikolog untuk langkah trauma healing pasca pelecehan.

Hal tersebut diinstruksikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, agar mereka didampingi hingga pulih.Bagaimana menurut Anda tentang fakta pesantren Annahla di Aceh tersebut?

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait