Fenomena Langka, Ini Penyebab Seseorang Bisa Mati Berdiri!

JAKARTA (!) – Pernah dengar ungkapan “mati berdiri”? Ternyata fenomena langka yang satu ini sangat bisa terjadi, mau tahu nggak penyebabnya?

Fenomena langka, mati berdiri dalam dunia medis adalah kondisi kaku mayat alias rigor mortis, dan disebut juga kematian kaku.

Fenomena langka tersebut nyatanya pernah terjadi pada seorang prajurit asal Jepang Saito Musashibo Benkei. Prajurit tersebut diketahui mati berdiri usai bertempur untuk melindungi prajurit lainnya.

Bahkan, tidak ada yang tahu prajurit tersebut telah lama mati akibat posisinya yang berdiri tegak dan disangka tengah mengawasi kondisi sekitar.

Penyebab Mati Berdiri

Meninggal dalam posisi tubuh kaku disebabkan oleh terhentinya asupan oksigen pada sekujur tubuh paska kematian.

Oksigen yang habis dalam tubuh menyebabkan produksi senyawa kimia adenosine triphosphate (ATP) ikut terhenti.

ATP merupakan sumber energi penting pada tubuh yang berfungsi membantu otot bekerja yang berkontraksi saat digunakan serta melemas saat beristirahat.

Senyawa kimia tersebut juga dapat meregenerasi sel otot rusak. Seiring dengan menipisnya kadar oksigen serta kadar ATP, maka metabolisme tubuh akan terhenti dan membuat tubuh kaku.

Umumnya, kaku pada mayat perlahan terjadi 3 hingga 4 jam usai meninggal. Tubuh bisa benar-benar kaku total usai 7 hingga 12 jam.

Setelah kurang lebih 36 jam atau sekitar dua hari, otot-otot kaku itu akan kembali melemas. Pelemasan otot tersebut dapat memicu usus mendorong serta membuang sisa racun dan juga cairan keluar dari tubuh.

Tetapi, risiko seseorang meninggal berdiri kaku lebih tinggi ketika seseaat sebelum kematiannya tubuh orang tersebut telah kehabisan ATP. Seperti melakukan olahraga berat ketika tubuh kelelahan.

Tubuhnya jadi lebih cepat kekurangan oksigen, dan membuat ATP menipis begitu cepat. Yang akhirnya tubuh dapat langsung mengalami kekauan ketika meninggal.

Hal tersebut lah yang menyebabkan seseorang mati berdiri secara mendadak. Pada kasus prajurit asal Jepang tadi, oksigen serta ATP menipis akibat berkelahi dengan ratusan tentara.

Ditambah lagi, tubuhnya tertancap banyak anak panah dari musuh. Jika seseorang mengalami luka dalam dan menempel pada badan seperti panah yang menancap dan menembus tubuh.

Maka, orang tersebut bisa terjaga postur tubuhnya tetap pada posisi berdiri dan tidak menekuk ketika meninggal.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait