FGD Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatuistiwa dalam Bingkai NKRI

Tandaseru – Polda Kalbar menggagas Fokus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatulistiwa dalam Bingkai NKRI  di Gedung Utama Rektorat Untan, Selasa (15/10).

Kegiatan tersebut dihadiri segenap unsur forkopimda provinsi, para tokoh masyarakat, para rektor, para dosen, mahasiswa, para ketua BEM, Pimpinan redaksi media massa dan penggiat media sosial.

Sementara sebagai narasumber Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Prof Topo Santoso guru besar Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Tanjung Pura.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan kegiatan ini merupakan pintu gerbang dari program maintenance partnership untuk membangun kesepahaman tentang bagaimana menyikapi perkembangan situasi dalam rangka menciptakan dan memelihara kamtibmas.

“Berkat sinergitas mengatasi Karhutla, Kalbar mendapat apresiasi dari Menteri KLKH atas percepatan penanganannya yang sinergis melalui kerja keras semua pihak,” ungkapnya.

Dia mengatakan Karhutla lebih berbahaya dari narkoba, jika narkoba sangat berbahaya namun kita bisa menghindar. Akan tetapi kalau Karhutla kita tidak bisa menghindar dari udara yang sudah terpapar yang berdampak terhadap kesehatan.

“Berbagai langkah dilakukan agar 2020 Kalbar harus bebas dari Karhutla, saat ini 99 kasus Karhutla ditangani, 64 dalam proses penyidikan sisanya penyelidikan dan 34 kasus merupakan korporasi,” kata Irjen Didi Haryono.

Mengingat kondisi geografis kalimantan barat yang berbatasan langsung dengan Serawak menjadikan dinamika Kamtibmas Kalimantan Barat mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan-kejahatan yang bersifat luar biasa), bentuk-bentuk kejahatan antarnegara seperti perdagangan manusia, masuknya paham-paham berimplikasi terhadap gangguan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Program Polda Kalbar berkibar menjadi unggulan, untuk mewujudkan hal itu, dengan menerapkan strategi melalui langkah-langkah yang mengedepankan pro-aktif kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya dengan 3 tahapan.

Tahap pertama, zero illegal dan zero tolerance, dengan mengedepankan konsep law enforcement sebagai langkah pro-aktif kepolisian yang difokuskan terhadap zero illegal dan zero tolerance.

Tahap kedua, dengan 4 fokus, a. law enforcement, dengan fokus prioritas di bidang lingkungan hidup dan transnational crimes serta kejahatan terhadap kekayaan negara dan narkoba.b. social maintenance, yaitu pemberian target penanganan zero illegal kepada para penyidik dengan memperhatikan dinamika sumber daya yang dimiliki. c. public trust, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dan kultur kepolisian guna semakin menambah kepercayaan public secara berkelanjutan. d.partnership, yaitu meningkatkan kerjasama dengan stake holder sebagai mitra guna membangun kepercayaan publik.

Tahap ketiga, dalam program jilid tiga dengan 3 fokus konsen;a. transnational crimes & environmental crimes, prioritas penanganan kejahatan lintas batas, narkoba dan kejahatan lingkungan hidup sebagai extra ordinary crimes.

b. maintenance partnership, memelihara serta meningkatkan hubungan dengan masyarakat dan stakeholder di wilayah hukum kalimantan barat. melalui kegiatan rakor lintas sektoral, coffe morning lintas etnis, anjangsana ketokoh lintas etnis, rapat bersama dengan pimpinan universitas dan civitas akademika, melaksanakan FGF, mulai tingakatan provinsi, kota/kabupaten sampai dengan tingkat pedesaan/kelurahan,

c. public service, akselarasi pelayanan publik melalui penilaian masyarakat terhadap program polda kalbar berkibar.

“Kuncinya adalah membangun komunikasi dan interaksi antaretnis kita, silahturahmi kita jalin melalui pertemuan bulanan lintas etnis dilakukan setiap bulannya,” ucapnya.

Setiap manusia pada dasarnya memerlukan rasa aman. Aman merupakan kebutuhan hakiki setiap manusia. Kita tidak bisa melakukan apapun kalau dihantui rasa kekuwatarin.

“Aman merupakan kebutuhan kita bersama. Aman harus kita kelola bersama dari unsur unsur yang bisa mengganggu, seperti halnya Polri memilah gangguan menjadi empat, yakni kejahatan konvensional; kejahatan tran nasional; berimplikasi kontijensi dan yang merugikan kekayaan negara,” jelas Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Mengakhiri sambutan, Kapolda berpesan bahwa kalbar memiliki potensi alam yang besar begitu juga Potensi SDM nya banyak.

“Tugas Mahasiswa adalah belajar, terutama akan menjadi kebanggaan orangtua saat dilantik wisuda nantinya. Mahasiswa adalah kaum intelek sehingga dalam menyampaikan aspirasi mengedepankan akal, logika dan mematuhi aturan. Kami bangga mahasiswa di Kalbar menjaga identitas diri sbagai seorang mahasiswa dengan tampil mengenakan jaket almamater sehingga kami tau saudara adalah mahasiswa. Adik adik mahasiswa adalah generasi bangsa penerus kami, generasi boleh berganti namun Indonesia harus ada selama lamanya,” pungkasnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id