Film Lumajang Membara: Mengenang Kisah Heroik Iptu Jama’ari

Peringatan Hari Pahlawan 10 November

Tandaseru – Iptu Jama’ari memang belum dikenal sebagai pahlawan nasional. Namun, bagi warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, nama Iptu Jama’ari merupakan legenda. Kepahlawanannya menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda.

Kisah heroik Iptu Jama’ari ini menginspirasi Kapolres Lumajang AKBP DR M. Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH untuk mengangkatnya ke layar lebar berjudul Lumajang Membara. Bahkan, sang Kapolres sendiri yang memerankan sosok Iptu Jama’ari dalam film tersebut.

Gala premier film Lumajang Membara digelar di Mopic Cinema pada hari ini, Minggu (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November. Pemutaran film perdana tersebut menarik perhatian warga karena baru pertama kali film yang mengangkat tokoh Lumajang.

Meet & Greet pemeran Film Lumajang Membara.

Iptu Jama’ari adalah seorang anggota Mobrig (sekarang Brimob) yang dalam usahanya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, harus gugur bersama beberapa orang anggotanya di sekitar Monumen Perjuangan Desa Tumpeng, Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang selaku pemeran Iptu Jama’ari mempersembahkan film Lumajang Membara bagi para pahlawan yang telah berjasa merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

“Dengan penayangan film ini, saya harap masyarakat Lumajang bisa mengenal dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Tanpa mereka kita tidak bisa seperti sekarang ini,” kata Arsal.

Untuk mengenang Iptu Jamaari, telah dibuatkan tugu di Desa Tumpeng. Setiap tahun, tutur Arsal, anggota Polres Lumajang selalu berziarah ke tugu tersebut untuk mendoakan arwah Iptu Jama’ari dan pahlawan lainnya.

Bagaimana kisah Iptu Jama’ari yang digambarkan dalam film Lumajang Membara? Pada 13 November 1947, Iptu Jam’ari bersama dengan 18 anggotanya, terlibat pertempuran sengit mempertahankan kemerdekaan Indonesia, melawan penjajah Belanda di sekitaran Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Pertempuran tidak seimbang itu mendesak Iptu Jama’ari dan pasukannya hingga kehabisan peluru. Namun api kemerdekaan masih tetap berkobar di hati dan jiwa para pejuang tersebut. Bersenjatakan parang serta sangkur yang mereka bawa, mereka bertempur habis-habisan tanpa memikirkan desingan peluru yang mengarah kepada mereka.

Sempat menghambisi 10 orang musuh dengan parangnya, akhirnya Iptu Jama’ari pun harus roboh setelah dadanya diterjang oleh peluru lawan. Dia gugur bersama 17 pejuang lain di medan pertempuran.

Jasad Iptu Jama’ari dirusak dan dibuang ke parit di pertigaan Desa Tumpeng, yang kini telah berdiri tugu Perjuangan Polri, untuk mengenang jasa para pahlawan yang dengan gigihnya mempertahankan kemerdekaan.

Iptu Jama’ari diperankan oleh Kapores Lumajang AKBP DR M. Arsal Sahban.

Sebanyak 20 orang pejuang yang lain ditangkap dan ditahan oleh pihak Belanda, sedangkan sisanya berhasil melarikan diri ke arah Desa Pasrujambe, untuk selanjutnya kembali bergerilya di tempat tersebut.

Pemutaran perdana film Lumajang Membara disaksikan sekitar 250 penonton yang sangat antusias, bahkan ada juga penonton yang datang dari Probolinggo dan Jember, serta dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang.

Bupati Lumajang H Thoriqul Haq mengungkapkan rasa terharu menyaksikan film ini, karena sangat bermakna bagi masyarakat Lumajang. “Dengan diangkatnya cerita perjuangan ini, kita bisa meneladani jasa-jasa para pahlawan yang telah mendahului kita dan bisa mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai yang positif,” ungkap Cak Thoriq sapaan khas Bupati Lumajang.

Wakil Bupati Indah Amperawati pun turut mengungkapkan kekagumannya. “Saya berharap banyak generasi muda yang tidak melupakan jasa para pahlawan yang sudah susah payah memerdekakan Indonesia,” ujarnya.

Dia berterima kasih kepada Kapolres Lumajang yang telah menghidupkan kembali nama pahlawan dari Lumajang dan mengangkatnya ke dalam film yang dapat menjadi pembelajaran tentang sejarah kepahlawanan di Lumajang.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait