‘Fredrich Bukan Dijemput Paksa, Tapi Ditangkap’

JAKARTA (!) – Komisi Pemberantasann Korupsi (KPK) menolak istilah jemput paksa yang dikenakan atas Fredrich Yunadi, Kuasa Hukum Setya Novanto. KPK menyebut aksi yang dilakukan kepada Fredrich adalah penangkapan.

Ini lantaran KPK mensinyalir apa yang dilakukan Fredrich murni tindak pidana, yakni berkaitan dengan pemalsuan data medis rumah sakit, dan manipulasi segala proses perawatan Setya Novanto di rumah sakit permata hijau, November silam.

“KPK melakukan penangkapan, bukan jemput paksa terhadap Fredrich Yunadi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (13/1) dini hari.

Fredrich tiba di gedung KPK pada Sabtu sekitar pukul 00.08 WIB dengan dikawal oleh penyidik KPK Ambarita Damanik dan sejumlah petugas lainnya.

Fredrich mengenakan kaos hitam, celana jeans, dan sepatu hitam tanpa membawa tas. Ia tampak turun dari mobil petugas dan langsung dibawa masuk ke gedung KPK.

Fredrich diduga merekayasa atau memalsukan status kesehatan politikus Golkar yang juga mantan Ketua DPR, Setya Novanto untuk menghindar dari pemeriksaan KPK. Ia diduga bekerja sama dengan Bimanesh Sutarjo, dokter di Rumah Sakit Medika Pertama Hijau dalam kasus tersebut.

Kumpulan Berita Terkait