Fredrich Yunadi: Saya Difitnah Melakukan Pelanggaran

JAKARTA (!) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan pengacara Fredrich Yunadi atas dugaan menghalang-halangi proses penyidikan terhadap kliennya Setya Novanto.

Menurutnya, apa yang telah dilakukannya selama ini adalah bentuk pembelaan terhadap kliennya karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai advokat.

“Saya difitnah melakukan pelanggaran, karena pasal 16 UU 18 2003 tentang Advokat sangat jelas disebutkan advokat tidak bisa dituntut secara perdata maupun pidana,” kata dia di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1).

Dia juga mengutarakan, sesuai dengan putusan MK No.26 2013 advokat tidak dapat dituntut baik perdata maupun pidana, baik dalam pengadilan maupun luar pengadilan.

Menurutnya, proses hukum yang ia jalani ini akan berdampak kepada advokat yang lain dalam melakukan pembelaan terhadap kliennya.

Lebih lanjut dia menuturkan, saat melakukan pembelaan, bisa jadi dianggap menghambat proses hukum dan dijadikan tersangka.

“Saya dibumihanguskan. Ini suatu pekerjaan yang saya perkirakan untuk menghabisi profesi advokat. Hari ini giliran saya, nanti semua advokat akan diperlakukan seperti ini juga,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga membantah ada upaya menghalang-halangi proses hukum Setya Novanto termasuk informasi pemesan 1 lantai RS Medika Permata Hijau sebelum kecelakaan Novanto.

“Sama sekali tidak ada. Ayo buktikkan. Menurut saya ini merupakan rangkaian untuk membungihanguskan,” tegasnya.

Selain Fredrich, dokter Bimanesh Sutarjo juga disebut-sebut berupaya menghalangi pemriksaan kasus korupsi e-KTP dengan tersangka mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -