Game of Peace Pengganti PUBG, Sukses Raup Rp 202 Miliar di Tiongkok

Tandaseru Tancent merilis game terbaru battle royale pengganti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) di Tiongkok. Gim ini dinamakan “Game for Peace” yang laris dalam 72 jam pertama peluncurannya.

Beberapa hari lalu, Game of Peace meraih kesuksesan besar dengan penghasilan terbesar di dunia pada App Store yang berbasis iOS dalam waktu 72 jam peluncurannya.

Mengutip Reuters, Selasa (14/5), firma analisis aplikasi Amerika Serikat, Sensor Tower, mengatakan pada hari Jumat (10/5) lalu, bahwa pengguna App Store Tiongkok telah menghabiskan lebih dari US$ 14 juta (Rp 202 miliar) untuk pembelian Game for Peace melalui aplikasinya.

Tak hanya itu, Sensor Tower juga mengatakan pendapatan Game of Peace dalam tiga hari pertamanya, sekitar enam kali lipat dari pengeluaran yang dilakukan pemain PUBG di negara lain.

Game ini bisa dikonsumsi para gamer di Tiongkok dengan syarat minimal umur 16 tahun. Pihaknya juga membatasi waktu bermain bagi user yang masih berusia 16-18 tahun, yakni hanya diberikan waktu dua jam per hari.

Meski berbeda nama, Game for Peace bisa dibilang ‘kloningan’ dari PUBG. Sebab, secara teknis para pemain hanya perlu berpindah gim karena skill yang digunakan sama persis dengan gim sebelumnya.

Sebagai infomasi, gim battle royale PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) tidak bisa bergerak bebas di beberapa negara, termasuk di Tiongkok.

Selain itu peraturan pemerintah Tiongkok juga telah melarang konten kekerasan, seksual, peredaran gim dan politik di banyak platform dari acara TV hingga video game.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait