Gede Widiade Mundur dari Persija Jakarta, Soal Laporan Keuangan?

Tandaseru – Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade mundur dari jabatannya di tengah pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola terkait penghancuran dokumen laporan keuangan klub tersebut.

Sikap Gede ternyata banyak mengundang pertanyaan. Bahkan Manajer Madura United, Haruna Soemitro merasa kecewa mendengar kabar tersebut.

Dia menilai pergantian direksi memang soal biasa dan normal, tetapi sebaiknya Gede tak perlu membuat pernyataan berbelit-belit , sehingga menimbulkan pernyataan yang bisa ditafsirkan orang lain berbeda.

Sebelumnya pada 1 Februari lalu, Satgas Antimafia Bola menemukan dokumen tim Macan Kemayoran telah hancur lebur ketika melakukan penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia.

Sementara itu, Ismed Sofyan, mengaku kaget mengetahui Gede Widiade mundur dari jabatan Direktur Utama tim Macan Kemayoran. Padahal, Ismed mengatakan Gede sempat mengunjungi ruang ganti para pemain saat bersua Home United, Selasa (5/2).

Gede mengumumkan mundur dari jajaran manajemen di Kantor Persija yang terletak di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019) malam. Gede mengaku secara resmi mundur per 1 Februari 2019.

Peran Gede digantikan Kokoh Alfiat, yang memiliki pengalaman sebagai bendahara PT Liga Indonesia. Alfiath juga sudah menduduki jajaran manajemen untuk mengurusi keuangan Persija pada masa Gede.

Sementara itu, Pembina Persija Jakarta, Syafruddin berharap Satgas Antimafia Bola mampu mengungkap kasus penghancuran diduga dokumen milik Tim Macan Kemayoran.

“Silakan satgas ungkap kasus dan oknum-oknumnya. Jangan pandang bulu,” ujar Syafruddin di Jakarta, Jumat (8/2).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Polisi Syahar Diantono mengatakan bahwa ada dokumen laporan keuangan yang sengaja dihancurkan sebelum Satgas Antimafia Bola Polri menggeledah kantor PT Liga Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/2/2019).

Menurut Syahar, berdasarkan keterangan para saksi, dokumen itu milik Persija Jakarta. Namun, penyidik belum berani menyimpulkan terlalu jauh.

“Kami mendalaminya dahulu. Yang jelas ada perbuatan sengaja untuk menghilangkan dokumen,” tutur Syahar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait