Habib Bahar bin Smith Ditetapkan Menjadi Tersangka

Tandaseru – Habib Bahar Bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan diskriminasi soal etnis dan ras setelah diperiksa selama 11 jam di Bareskrim Polri pada Kamis (6/12).

“Jadi setelah pemeriksaan sepanjang hari ini kepada Habib Bahar, tim penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Kami masih mendiskusikan upaya hukum praperadilan,” kata kuasa hukum Habib Bahar, Azis Yanuar di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/12)

Salah satu tokoh organisasi masayarakat Front Pembela Islam (FPI) ini dicecar sebanyak 29 pertanyaan dari tim penyidik Bareskrim Polri sebelum ditetapkan statusnya menjadi tersangka.

Habib Bahar Ali bin Smith diduga melanggar Pasal 16 ayat 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sekjen Jokowi Mania La Kamarudin melaporkan Habib Bahar ke SPKT Bareskrim, Rabu (28/11) atas dugaan melakukan kejahatan terhadap penguasa umum, kejahatan tentang diskriminasi ras dan etnis, serta ujaran kebencian.

Dalam laporan bernomor LP/B/1551/XI/2018 BARESKRIM, Habib Smith disangkakan melanggar Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait